RRI.CO.ID, Yogyakarta - Upaya mengembalikan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia terus dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Hingga tahun 2026 ini sudah ada 30.000 gudang, gerai dan kelengkapan pendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang masih dalam tahap pembangunan.
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono mengatakan, KDMP merupakan keinginan Presiden Prabowo untuk mengembalikan fungsi koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia yang saat ini justru dikuasai kapital besar. Karena data menunjukkan, bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama berapa puluh tahun, justru melahirkan angka kemiskinan yang tinggi, kemudian menurunkan kelas menengah, serta memperkaya segelintir orang.
Disamping itu, koperasi setelah puluhan tahun mulai tergeser, apalagi ketika praktik sistem ekonomi diserahkan kepada ekonomi pasar apalagi pasarnya adalah pasar bebas, hal ini menyebabkan pelaku-pelaku pasar yang ukurannya lebih kecil itu kalah tersisih termasuk koperasi. Untuk membangkitkan peran Koperasi ini, Presiden Prabowo memulai dengan diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 pada bulan Maret, yang menargetkan pembentukan 80.000 KDMP.
"Presiden langsung yang menyampaikan data update terakhir, data bangunan fisik gudang gerai dan alat kelengkapan-kelengkapannya itu data dari wakil panglima TNI sekarang yang sedang dibangun sudah 30.000 bangunan fisik gudang dan gerai di seluruh Indonesia. April insyaallah gelombang pertama ini selesai dibangun dan siap operasional," katanya, saat menjadi narasumber utama Rakerda XVI dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HIPMI, di JEC, Sabtu, 7 Februari 2026.
Ferry menyampaikan, transformasi besar-besaran harus dilakukan koperasi agar kembali menjadi Soko Guru Perekonomian Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui KDMP karena sesuai Inpres No 9 Tahun 2025 melibatkan 18 kementerian dan lembaga serta pemerintah provinsi, kabupaten, kota, hingga desa.
Menkop menambahkan, sebanyak 80.000 gudang, gerai dan kelengkapan pendukung KDMP akan selesai pada akhir tahun 2026. Sedangkan di DIY, berdasarkan laporan Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY ada 30 titik yang sedang dibangun yang diperkirakan bulan April selesai.
"Nanti ada gelombang berikutnya sekitar Agustus, September ada puluhan ribu lagi yang selesai dibangun fisiknya. Dan insyaallah Desember tahun ini akan bisa mencapai 80 ribu bangunan fisik gudang gerai dan alat kelengkapan (KDMP) yang selesai dan siap untuk operasional," ucapnya.
Ferry menjelaskan, KDMP sesuai perannya mendapatkan amanat, pertama menjual atau melaksanakan gerai sembako atau retail modern, layaknya retail modern yang saat ini sangat banyak dan ditemui. Menjual barang-barang kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari, ternasuk menjual barang-barang subsidi, seperti Gas LPG 3 kilo, beras, gula, pupuk bersubsidi.
Kemudian kegiatan yang kedua dari KDMP adalah gerai obat dan klinik, ketiga pergudangan, dan keempat adalah usaha perkreditan. Nantinya untuk usaha perkreditan akan dilengkapi dua kendaraan untuk operasional, tetapi hal wajib yang harus ada ialah punya usaha gerai sembako yang akan dikelola seperti ritel modern.
Langkah ini menurut Ferry dilakukan, karena pemerintah tidak berharap ada ritel modern yang dimiliki oleh korporat masuk ke desa-desa. Karena itu adalah penghisapan uang rakyat kepada pemilik saham yang bukan di daerah. Ketika KDMP menjadi ritel modern yang anggotanya masyarakat maka perputaran uang akan terjadi di tingkat masyarakat.
"Di luar yang itu boleh nanti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mengembangkan kegiatan usaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa atau kelurahan. Boleh kerajinan, boleh kuliner, boleh bikin pabrik genteng, boleh mendukung nyuplai SPPG atau dapur program makan bergizi," ujarnya.
Fungsi gudang dalam mendukung KDMP, sesuai dengan harapan Presiden, bahwa tidak boleh lagi ada barang hasil produk masyarakat yang ada di desa dan kelurahan yang tidak ditampung atau diserap, baik tanaman pangan, hortikultura, buah-buahan, sayuran ataupun perkebunan, perikanan, peternakan, segala macam, segala macam.
"Jadi itu wajib dibeli dan nanti koperasi desa di gudang-gudangnya nanti akan dilengkapi dengan alat-alat mesin yang dibutuhkan. Ada dryer untuk pengering supaya petani tidak terikat dengan tengkulak, mereka bisa bawa ke koperasi desa dikeringkan, dan kemudian juga untuk buah-buahan sayuran nanti ada alat pengatur suhu yang akan bisa buah-buahan dan sayuran yang kualitasnya baik itu tidak jatuh harganya, kemudian juga ada cold storage untuk di sektor perikanan," katanya, menjelaskan.
Sumber : https://rri.co.id/nasional/2167955/bangun-30-ribu-kdmp-target-2026-selesai-seluruhnya