Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
Selamat Datang Di Website Resmi Desa Dukuhrejo, Kec. Bayan, Kab. Purworejo

Info

BERITA DAERAH

Bayan Siap Wujudkan Kecamatan Tangguh Bencana, Linmas Jadi Garda Terdepan

BAYAN – Pemerintah Kecamatan Bayan menggelar sosialisasi penanggulangan bencana alam di Pendopo Kecamatan Bayan, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, unsur Muspika Bayan, serta anggota Linmas dari 25 desa dan 1 kelurahan se-Kecamatan Bayan.

Camat Bayan, Yeni Astuti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rapat koordinasi yang diselenggarakan Seksi Trantibum sebagai langkah awal pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana.

Program ini merujuk pada surat edaran Bupati Purworejo yang merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Dalam Negeri, yang mewajibkan setiap kecamatan membentuk wilayah tangguh bencana.

Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi dengan anggota Linmas dalam rangka persiapan pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana. Pemerintah kecamatan tidak bisa bekerja sendiri, sehingga perlu dukungan desa, terutama Linmas sebagai garda terdepan dalam penanganan kebencanaan,” ujar Yeni.

Menurutnya, berdasarkan dokumen kajian risiko bencana, sejumlah desa di Kecamatan Bayan memiliki potensi kerawanan banjir dengan pola siklus satu tahunan, tiga tahunan, hingga sepuluh tahunan.

Pada siklus tertentu, banjir dapat berdampak besar apabila curah hujan tinggi dan infrastruktur sungai maupun tanggul tidak dalam kondisi optimal. 

Bencana memang tidak bisa kita hindari, tetapi dampaknya bisa kita minimalkan. Kesiapan menyelamatkan diri, melindungi aset, dan menjaga lahan pertanian menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.

Dalam tahap awal ini, pemberdayaan Linmas menjadi fokus utama karena belum terbentuk wadah relawan kebencanaan di tingkat kecamatan.

Linmas diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah desa dalam menjalankan standar pelayanan minimal, termasuk respons cepat terhadap kebakaran maupun bencana lainnya.

Yeni menekankan pentingnya kecepatan dan keakuratan laporan, termasuk penyampaian titik koordinat kejadian, agar BPBD maupun Damkar dapat segera melakukan penanganan tanpa kendala di lapangan.

Ke depan, pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana tidak hanya melibatkan pemerintah dan desa, tetapi juga unsur relawan, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan melalui kolaborasi pentahelix.

Ketahanan masyarakat adalah kunci. Relawan atau Linmas harus memiliki pengetahuan dan keterampilan penyelamatan diri, sehingga saat menolong tidak justru menjadi korban,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan membangun kemandirian desa dan kecamatan dalam menghadapi bencana.

Untuk tingkat desa dikenal dengan istilah Desa Tangguh Bencana (Destana), sedangkan di tingkat kecamatan disebut Kecamatan Tangguh Bencana.

Bencana bisa terjadi pada siapa saja dan menjadi tanggung jawab bersama. Ada lima unsur yang terlibat, yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. BPBD tidak mungkin menangani 425 desa dan 16 kecamatan secara bersamaan tanpa dukungan di lapangan,” jelas Wasit.

Ia menambahkan, melalui instruksi bupati dan surat edaran yang telah disampaikan ke desa dan kelurahan, pembentukan Destana dan Kecamatan Tangguh Bencana terus didorong. Namun, pelaksanaannya masih beragam, ada yang sudah terbentuk dan ada yang belum.

Kalau menunggu fasilitasi penuh dari BPBD tentu memerlukan waktu karena keterbatasan anggaran. Desa sebenarnya bisa mengalokasikan dana desa untuk kebencanaan. Jika desa kuat dan kecamatan kuat, maka ketahanan daerah juga akan semakin kuat,” ujarnya.

BPBD juga memprioritaskan pembentukan Destana di wilayah pegunungan dan pesisir yang memiliki potensi bencana seperti banjir dan longsor.

Harapannya, desa dan kecamatan mampu mandiri serta tidak sepenuhnya bergantung pada BPBD saat terjadi bencana.

Dengan sinergi dan kesiapsiagaan sejak dini, Kecamatan Bayan optimistis dapat mewujudkan wilayah yang tangguh, sigap, dan mampu meminimalkan risiko serta dampak kerugian akibat bencana.

 

https://www.purworejo24.com/2026/02/bayan-siap-wujudkan-kecamatan-tangguh-bencana-linmas-jadi-garda-terdepan/

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Total Populasi Desa Dukuhrejo

912 912

906 1818

1818

1818 1818

TOTAL : 1818 ORANG

912

LAKI-LAKI

906

PEREMPUAN

Lokasi Kantor Desa

Alamat:Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo
Desa : Dukuhrejo
Kecamatan : Bayan
Kabupaten : Purworejo
Kodepos : 54224

Peta Wilayah Desa

Transparansi Anggaran

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran:Rp 1.309.615.751,00
Realisasi:RP 1.256.766.409,00

95.96%

Belanja

Anggaran:Rp 1.183.606.540,00
Realisasi:RP 1.111.626.971,00

93.92%

Pembiayaan

Anggaran:Rp 186.579.789,00
Realisasi:RP 186.579.789,00

100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Anggaran:Rp 1.685.093,00
Realisasi:RP 1.685.093,00

100%

Hasil Aset Desa

Anggaran:Rp 113.275.736,00
Realisasi:RP 102.265.895,00

90.28%

Dana Desa

Anggaran:Rp 765.705.000,00
Realisasi:RP 765.705.000,00

100%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran:Rp 56.037.550,00
Realisasi:RP 37.060.550,00

66.14%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 326.292.400,00
Realisasi:RP 313.188.400,00

95.98%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran:Rp 45.421.272,00
Realisasi:RP 35.162.552,00

77.41%

Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Dengan Pihak Ketiga

Anggaran:Rp 838.700,00
Realisasi:RP 838.700,00

100%

Bunga Bank

Anggaran:Rp 360.000,00
Realisasi:RP 860.219,00

238.95%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran:Rp 559.256.090,00
Realisasi:RP 503.651.821,00

90.06%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran:Rp 240.564.800,00
Realisasi:RP 229.852.700,00

95.55%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran:Rp 313.872.450,00
Realisasi:RP 313.072.450,00

99.75%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran:Rp 15.913.200,00
Realisasi:RP 11.050.000,00

69.44%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran:Rp 54.000.000,00
Realisasi:RP 54.000.000,00

100%

Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi

BERITA DAERAH

Bayan Siap Wujudkan Kecamatan Tangguh Bencana, Linmas Jadi Garda Terdepan

BAYAN – Pemerintah Kecamatan Bayan menggelar sosialisasi penanggulangan bencana alam di Pendopo Kecamatan Bayan, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, unsur Muspika Bayan, serta anggota Linmas dari 25 desa dan 1 kelurahan se-Kecamatan Bayan.

Camat Bayan, Yeni Astuti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rapat koordinasi yang diselenggarakan Seksi Trantibum sebagai langkah awal pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana.

Program ini merujuk pada surat edaran Bupati Purworejo yang merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Dalam Negeri, yang mewajibkan setiap kecamatan membentuk wilayah tangguh bencana.

Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi dengan anggota Linmas dalam rangka persiapan pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana. Pemerintah kecamatan tidak bisa bekerja sendiri, sehingga perlu dukungan desa, terutama Linmas sebagai garda terdepan dalam penanganan kebencanaan,” ujar Yeni.

Menurutnya, berdasarkan dokumen kajian risiko bencana, sejumlah desa di Kecamatan Bayan memiliki potensi kerawanan banjir dengan pola siklus satu tahunan, tiga tahunan, hingga sepuluh tahunan.

Pada siklus tertentu, banjir dapat berdampak besar apabila curah hujan tinggi dan infrastruktur sungai maupun tanggul tidak dalam kondisi optimal. 

Bencana memang tidak bisa kita hindari, tetapi dampaknya bisa kita minimalkan. Kesiapan menyelamatkan diri, melindungi aset, dan menjaga lahan pertanian menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.

Dalam tahap awal ini, pemberdayaan Linmas menjadi fokus utama karena belum terbentuk wadah relawan kebencanaan di tingkat kecamatan.

Linmas diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah desa dalam menjalankan standar pelayanan minimal, termasuk respons cepat terhadap kebakaran maupun bencana lainnya.

Yeni menekankan pentingnya kecepatan dan keakuratan laporan, termasuk penyampaian titik koordinat kejadian, agar BPBD maupun Damkar dapat segera melakukan penanganan tanpa kendala di lapangan.

Ke depan, pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana tidak hanya melibatkan pemerintah dan desa, tetapi juga unsur relawan, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan melalui kolaborasi pentahelix.

Ketahanan masyarakat adalah kunci. Relawan atau Linmas harus memiliki pengetahuan dan keterampilan penyelamatan diri, sehingga saat menolong tidak justru menjadi korban,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan membangun kemandirian desa dan kecamatan dalam menghadapi bencana.

Untuk tingkat desa dikenal dengan istilah Desa Tangguh Bencana (Destana), sedangkan di tingkat kecamatan disebut Kecamatan Tangguh Bencana.

Bencana bisa terjadi pada siapa saja dan menjadi tanggung jawab bersama. Ada lima unsur yang terlibat, yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. BPBD tidak mungkin menangani 425 desa dan 16 kecamatan secara bersamaan tanpa dukungan di lapangan,” jelas Wasit.

Ia menambahkan, melalui instruksi bupati dan surat edaran yang telah disampaikan ke desa dan kelurahan, pembentukan Destana dan Kecamatan Tangguh Bencana terus didorong. Namun, pelaksanaannya masih beragam, ada yang sudah terbentuk dan ada yang belum.

Kalau menunggu fasilitasi penuh dari BPBD tentu memerlukan waktu karena keterbatasan anggaran. Desa sebenarnya bisa mengalokasikan dana desa untuk kebencanaan. Jika desa kuat dan kecamatan kuat, maka ketahanan daerah juga akan semakin kuat,” ujarnya.

BPBD juga memprioritaskan pembentukan Destana di wilayah pegunungan dan pesisir yang memiliki potensi bencana seperti banjir dan longsor.

Harapannya, desa dan kecamatan mampu mandiri serta tidak sepenuhnya bergantung pada BPBD saat terjadi bencana.

Dengan sinergi dan kesiapsiagaan sejak dini, Kecamatan Bayan optimistis dapat mewujudkan wilayah yang tangguh, sigap, dan mampu meminimalkan risiko serta dampak kerugian akibat bencana.

 

https://www.purworejo24.com/2026/02/bayan-siap-wujudkan-kecamatan-tangguh-bencana-linmas-jadi-garda-terdepan/

Beri Komentar

Komentar Facebook