PURWOREJO – Kericuhan yang melibatkan ratusan suporter mewarnai pertandingan sepak bola antara Persibas Banyumas melawan Persak Kebumen dalam lanjutan Liga 4 Jawa Tengah musim 2025–2026. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang panitia pertandingan mengalami luka robek serius di bagian belakang kepala.
Pertandingan yang digelar di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Kabupaten Purworejo, Rabu (4/2/2026) sore itu, berakhir dengan kemenangan Persak Kebumen atas Persibas Banyumas dengan skor tipis 1–0.
Kericuhan terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah oknum suporter terlibat aksi saling ejek yang kemudian berujung pada pelemparan batu ke arah lapangan.
Situasi semakin memanas ketika beberapa suporter nekat turun ke dalam area lapangan, sehingga kondisi menjadi tidak terkendali.
Ketua Panitia Penyelenggara Pertandingan, Renaldi Eka Saputra (26), mengatakan pihak panitia sebenarnya telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak awal pertandingan.
“Sejak awal kami sudah melarang suporter Persibas Banyumas masuk ke stadion. Mereka diarahkan untuk mengikuti nonton bareng di kawasan Terminal Lama Kabupaten Purworejo,” ujar Renaldi.
Ia menjelaskan, panitia bersama aparat kepolisian juga telah melakukan penyekatan dan pemeriksaan ketat di sejumlah titik, termasuk di sekitar SMAN 6 Purworejo dan pintu masuk stadion.
Setiap penonton diwajibkan menunjukkan kartu identitas (KTP).
“Namun demikian, masih ada oknum suporter Persibas Banyumas yang nekat masuk dengan cara melompati dinding stadion. Setelah pertandingan berakhir, keributan pun tidak bisa dihindari,” jelasnya.
Menurut Renaldi, tensi pertandingan sebenarnya sudah meningkat sejak menjelang akhir laga, terutama saat Persak Kebumen unggul 1–0. Aksi saling ejek antar suporter terus berlanjut hingga peluit akhir dibunyikan, sebelum akhirnya berujung pada kericuhan.
“Panitia bersama ratusan personel gabungan dari Satreskrim, Satintelkam, Samapta, Satlantas Polres Purworejo, Satreskrim Polda Jawa Tengah, Brimob Kompi 4 Kutoarjo, serta dukungan ormas Joxin asal Purworejo, telah melakukan pengamanan ketat. Namun emosi massa yang sudah tersulut membuat situasi sulit dikendalikan,” ungkapnya.
Akibat insiden tersebut, satu anggota panitia pertandingan yang merupakan warga asli Purworejo menjadi korban lemparan batu dan mengalami luka robek serius di bagian belakang kepala.
“Korban langsung kami evakuasi dan dilarikan ke RSUD Purworejo untuk mendapatkan perawatan medis,” tegas Renaldi.
Kericuhan sempat berlanjut hingga ke luar area stadion, dengan kedua kelompok suporter masih saling bersitegang. Aparat kepolisian kemudian menerapkan pengamanan berlapis dan membentuk barikade guna mencegah terjadinya bentrokan susulan.
Melalui pendekatan persuasif dan mediasi, pihak kepolisian akhirnya meminta seluruh massa suporter untuk kembali ke daerah masing-masing secara tertib, dengan pengawalan ketat hingga keluar dari wilayah Kabupaten Purworejo.
“Kami berharap ke depan pertandingan sepak bola dapat berlangsung lebih kondusif dan menjunjung tinggi sportivitas. Untuk kerusakan fasilitas stadion, tercatat pintu bagian selatan mengalami kerusakan akibat insiden ini,” pungkas Renaldi.
Sumber : https://www.purworejo24.com/2026/02/kericuhan-usai-laga-persibas-vs-persak-satu-panitia-alami-luka/