Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
Selamat Datang Di Website Resmi Desa Dukuhrejo, Kec. Bayan, Kab. Purworejo

Info

BERITA DAERAH

DKPP Purworejo Imbau Masyarakat Waspada Flu Burung di Tengah Perubahan Cuaca

PURWOREJO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo mengimbau masyarakat, khususnya para peternak unggas, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Flu Burung atau Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Kabupaten Purworejo, drh. Sri Widarti, MM, mengatakan bahwa perubahan cuaca seperti saat ini berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit pada ternak unggas. 

Antisipasi, mas. Cuaca seperti ini biasanya penyakit mulai muncul. Karena itu kami sekaligus mengedukasi masyarakat agar waspada terhadap flu burung,” ujarnya, pada Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, HPAI merupakan penyakit virus akut pada unggas yang disebabkan oleh virus Influenza tipe A, khususnya subtipe H5 atau H7.

Penyakit yang dikenal luas sebagai flu burung (bird flu) ini dapat menyerang berbagai jenis unggas seperti ayam, bebek, maupun burung.

Menurutnya, penyakit ini tergolong sangat patogen karena dapat menyebabkan tingkat kematian pada unggas hingga hampir 100 persen dalam waktu singkat.

Selain itu, flu burung juga termasuk penyakit zoonosis, yang berarti dapat menular dari hewan ke manusia. 

Adapun beberapa tanda dan gejala unggas yang terinfeksi flu burung antara lain kematian mendadak dalam jumlah banyak, perubahan warna jengger dan pial menjadi kebiruan, muncul perdarahan pada kaki, keluarnya cairan dari mata dan hidung, serta pembengkakan pada bagian kepala dan leher.

Sri Widarti menambahkan, penularan virus flu burung dapat terjadi melalui kontak langsung dengan unggas yang sakit, seperti melalui air liur, lendir, atau kotoran. 

Penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung melalui peralatan kandang, pakan, atau lingkungan yang tercemar virus, serta dari unggas liar atau burung migran yang terinfeksi.

Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, pihaknya mengingatkan peternak agar menerapkan biosekuriti secara ketat di lingkungan kandang.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi keluar-masuk orang atau hewan ke area kandang, menjaga kebersihan kandang dan peralatan dengan disinfektan secara rutin, serta melakukan vaksinasi secara teratur pada unggas yang sehat.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas peternakan atau DKPP apabila menemukan kejadian kematian unggas secara mendadak dalam jumlah banyak.

Dalam upaya melindungi kesehatan manusia, Sri Widarti juga mengimbau masyarakat agar menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan sepatu boots saat menangani unggas. Ia juga menegaskan bahwa daging dan telur unggas harus dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.

Melalui edukasi ini, DKPP Kabupaten Purworejo berharap masyarakat semakin memahami bahaya flu burung serta dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini guna melindungi kesehatan ternak dan manusia.

 

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Total Populasi Desa Dukuhrejo

912 912

906 1818

1818

1818 1818

TOTAL : 1818 ORANG

912

LAKI-LAKI

906

PEREMPUAN

Lokasi Kantor Desa

Alamat:Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo
Desa : Dukuhrejo
Kecamatan : Bayan
Kabupaten : Purworejo
Kodepos : 54224

Peta Wilayah Desa

Transparansi Anggaran

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran:Rp 1.309.615.751,00
Realisasi:RP 1.256.766.409,00

95.96%

Belanja

Anggaran:Rp 1.183.606.540,00
Realisasi:RP 1.111.626.971,00

93.92%

Pembiayaan

Anggaran:Rp 186.579.789,00
Realisasi:RP 186.579.789,00

100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Anggaran:Rp 1.685.093,00
Realisasi:RP 1.685.093,00

100%

Hasil Aset Desa

Anggaran:Rp 113.275.736,00
Realisasi:RP 102.265.895,00

90.28%

Dana Desa

Anggaran:Rp 765.705.000,00
Realisasi:RP 765.705.000,00

100%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran:Rp 56.037.550,00
Realisasi:RP 37.060.550,00

66.14%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 326.292.400,00
Realisasi:RP 313.188.400,00

95.98%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran:Rp 45.421.272,00
Realisasi:RP 35.162.552,00

77.41%

Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Dengan Pihak Ketiga

Anggaran:Rp 838.700,00
Realisasi:RP 838.700,00

100%

Bunga Bank

Anggaran:Rp 360.000,00
Realisasi:RP 860.219,00

238.95%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran:Rp 559.256.090,00
Realisasi:RP 503.651.821,00

90.06%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran:Rp 240.564.800,00
Realisasi:RP 229.852.700,00

95.55%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran:Rp 313.872.450,00
Realisasi:RP 313.072.450,00

99.75%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran:Rp 15.913.200,00
Realisasi:RP 11.050.000,00

69.44%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran:Rp 54.000.000,00
Realisasi:RP 54.000.000,00

100%

Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi

BERITA DAERAH

DKPP Purworejo Imbau Masyarakat Waspada Flu Burung di Tengah Perubahan Cuaca

PURWOREJO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo mengimbau masyarakat, khususnya para peternak unggas, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Flu Burung atau Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Kabupaten Purworejo, drh. Sri Widarti, MM, mengatakan bahwa perubahan cuaca seperti saat ini berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit pada ternak unggas. 

Antisipasi, mas. Cuaca seperti ini biasanya penyakit mulai muncul. Karena itu kami sekaligus mengedukasi masyarakat agar waspada terhadap flu burung,” ujarnya, pada Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, HPAI merupakan penyakit virus akut pada unggas yang disebabkan oleh virus Influenza tipe A, khususnya subtipe H5 atau H7.

Penyakit yang dikenal luas sebagai flu burung (bird flu) ini dapat menyerang berbagai jenis unggas seperti ayam, bebek, maupun burung.

Menurutnya, penyakit ini tergolong sangat patogen karena dapat menyebabkan tingkat kematian pada unggas hingga hampir 100 persen dalam waktu singkat.

Selain itu, flu burung juga termasuk penyakit zoonosis, yang berarti dapat menular dari hewan ke manusia. 

Adapun beberapa tanda dan gejala unggas yang terinfeksi flu burung antara lain kematian mendadak dalam jumlah banyak, perubahan warna jengger dan pial menjadi kebiruan, muncul perdarahan pada kaki, keluarnya cairan dari mata dan hidung, serta pembengkakan pada bagian kepala dan leher.

Sri Widarti menambahkan, penularan virus flu burung dapat terjadi melalui kontak langsung dengan unggas yang sakit, seperti melalui air liur, lendir, atau kotoran. 

Penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung melalui peralatan kandang, pakan, atau lingkungan yang tercemar virus, serta dari unggas liar atau burung migran yang terinfeksi.

Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, pihaknya mengingatkan peternak agar menerapkan biosekuriti secara ketat di lingkungan kandang.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi keluar-masuk orang atau hewan ke area kandang, menjaga kebersihan kandang dan peralatan dengan disinfektan secara rutin, serta melakukan vaksinasi secara teratur pada unggas yang sehat.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas peternakan atau DKPP apabila menemukan kejadian kematian unggas secara mendadak dalam jumlah banyak.

Dalam upaya melindungi kesehatan manusia, Sri Widarti juga mengimbau masyarakat agar menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan sepatu boots saat menangani unggas. Ia juga menegaskan bahwa daging dan telur unggas harus dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.

Melalui edukasi ini, DKPP Kabupaten Purworejo berharap masyarakat semakin memahami bahaya flu burung serta dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini guna melindungi kesehatan ternak dan manusia.

 

Beri Komentar

Komentar Facebook