Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
Selamat Datang Di Website Resmi Desa Dukuhrejo, Kec. Bayan, Kab. Purworejo

Info

BERITA DAERAH

Dari Pesantren ke Runway, Mahasiswa IAI An-Nawawi Purworejo Tampilkan Koleksi "Majma'na" di Plaza Ambarrukmo

PURWOREJO — Talenta muda dari lingkungan pesantren kembali menunjukkan kiprahnya di panggung industri kreatif nasional. Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo sukses menampilkan koleksi modest fashion bertajuk “Majma’na” dalam gelaran modest style runway Swarnacitta 2026 di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (6/3/2026). Ajang yang merupakan hasil kolaborasi antara Plaza Ambarrukmo dan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Jogja itu diikuti oleh sejumlah desainer ternama serta institusi fashion dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada sesi parade kedua, koleksi karya mahasiswa IAI An-Nawawi Purworejo tampil sebagai salah satu sorotan karena menghadirkan sentuhan unik yang memadukan nilai tradisi, semangat kebangsaan, dan nuansa modern. Nama “Majma’na” sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti “Tempat Berkumpul Kita”. Filosofi tersebut diwujudkan dalam rancangan busana yang menyatukan berbagai elemen tekstur, siluet, serta karakter wastra Nusantara dalam satu harmoni desain.

Koleksi ini menghadirkan pendekatan desain yang tetap menjaga prinsip modest fashion namun tetap eksploratif. Beberapa ciri utama yang menonjol dalam koleksi tersebut antara lain penggunaan siluet layering yang dinamis, permainan palet warna alam seperti cokelat, krem, dan hijau bumi, serta detail wastra lokal yang dipadukan dengan teknik potong modern. Perpaduan tersebut menghasilkan tampilan yang elegan, sederhana, namun tetap memiliki karakter kuat sehingga cocok digunakan sebagai busana ready-to-wear. 

Koleksi Majma’na dibimbing langsung oleh Hj. Ashfa Khoirun Nisa’, yang akrab disapa Irun Maulana, selaku Rektor IAI An-Nawawi Purworejo sekaligus CEO brand fashion Li Scarf. Ia menilai keikutsertaan mahasiswa dalam panggung fashion nasional ini menjadi bukti bahwa latar belakang pendidikan pesantren tidak membatasi kreativitas generasi muda.

Kehadiran mahasiswa IAI An-Nawawi di panggung sebesar ini bukan sekadar partisipasi. Ini adalah bukti bahwa nilai-nilai pesantren mampu bersinergi dengan dinamika global,” ujar Irun Maulana pada Minggu (8/3/2026).

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tidak hanya dalam mengasah kreativitas, tetapi juga memperkuat intelektualitas dan spiritualitas.

Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi sarjana yang mumpuni, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat,” katanya.

Pendamping tim desainer IAI An-Nawawi Purworejo, Arina Lissyarofah, juga menilai keterlibatan mahasiswa dalam ajang ini penting sebagai ruang pengembangan bakat sekaligus upaya memperluas eksistensi institusi di dunia fashion. Menurut dia, mahasiswa tidak hanya menjalani pendidikan akademik di kampus, tetapi juga didorong untuk mengembangkan minat dan potensi kreatif mereka di berbagai bidang.

Dengan mengikuti panggung ini, kami berharap mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga sekaligus meningkatkan bakat dan minat mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menginspirasi institusi pendidikan lain untuk berinovasi dan terjun langsung ke industri profesional,” ujar Arina.

Tim desainer mahasiswa IAI An-Nawawi Purworejo yang terlibat dalam koleksi Majma’na terdiri dari Aufilana Aqilazahra, Rahayu Nayla, Shofiana Nailul Muna, Nabila Putri, Citra Rena, dan Anggun Mutia. Salah satu perwakilan tim, Aufilana Aqilazahra, mengatakan bahwa karya tersebut menjadi upaya mereka untuk menunjukkan bahwa identitas santri dapat bertransformasi dalam industri global tanpa kehilangan nilai-nilai spiritualnya.

Kami ingin menunjukkan bahwa busana santri bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang global tanpa kehilangan identitasnya. Majma’na adalah simbol persatuan antara spiritualitas dan gaya hidup,” ujar Aufilana.

Kehadiran mahasiswa IAI An-Nawawi di panggung modest fashion nasional ini sekaligus menegaskan bahwa institusi pendidikan berbasis pesantren juga memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem industri modest fashion di Indonesia. Melalui kreativitas generasi muda, nilai-nilai tradisi dan spiritualitas diharapkan dapat terus hidup sekaligus berkembang mengikuti dinamika dunia fashion modern. 

 

https://www.purworejo24.com/2026/03/dari-pesantren-ke-runway-mahasiswa-iai-an-nawawi-purworejo-tampilkan-koleksi-majmana-di-plaza-ambarrukmo/

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Total Populasi Desa Dukuhrejo

912 912

906 1818

1818

1818 1818

TOTAL : 1818 ORANG

912

LAKI-LAKI

906

PEREMPUAN

Lokasi Kantor Desa

Alamat:Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo
Desa : Dukuhrejo
Kecamatan : Bayan
Kabupaten : Purworejo
Kodepos : 54224

Peta Wilayah Desa

Transparansi Anggaran

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran:Rp 1.309.615.751,00
Realisasi:RP 1.256.766.409,00

95.96%

Belanja

Anggaran:Rp 1.183.606.540,00
Realisasi:RP 1.111.626.971,00

93.92%

Pembiayaan

Anggaran:Rp 186.579.789,00
Realisasi:RP 186.579.789,00

100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Anggaran:Rp 1.685.093,00
Realisasi:RP 1.685.093,00

100%

Hasil Aset Desa

Anggaran:Rp 113.275.736,00
Realisasi:RP 102.265.895,00

90.28%

Dana Desa

Anggaran:Rp 765.705.000,00
Realisasi:RP 765.705.000,00

100%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran:Rp 56.037.550,00
Realisasi:RP 37.060.550,00

66.14%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 326.292.400,00
Realisasi:RP 313.188.400,00

95.98%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran:Rp 45.421.272,00
Realisasi:RP 35.162.552,00

77.41%

Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Dengan Pihak Ketiga

Anggaran:Rp 838.700,00
Realisasi:RP 838.700,00

100%

Bunga Bank

Anggaran:Rp 360.000,00
Realisasi:RP 860.219,00

238.95%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran:Rp 559.256.090,00
Realisasi:RP 503.651.821,00

90.06%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran:Rp 240.564.800,00
Realisasi:RP 229.852.700,00

95.55%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran:Rp 313.872.450,00
Realisasi:RP 313.072.450,00

99.75%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran:Rp 15.913.200,00
Realisasi:RP 11.050.000,00

69.44%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran:Rp 54.000.000,00
Realisasi:RP 54.000.000,00

100%

Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi

BERITA DAERAH

Dari Pesantren ke Runway, Mahasiswa IAI An-Nawawi Purworejo Tampilkan Koleksi "Majma'na" di Plaza Ambarrukmo

PURWOREJO — Talenta muda dari lingkungan pesantren kembali menunjukkan kiprahnya di panggung industri kreatif nasional. Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo sukses menampilkan koleksi modest fashion bertajuk “Majma’na” dalam gelaran modest style runway Swarnacitta 2026 di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (6/3/2026). Ajang yang merupakan hasil kolaborasi antara Plaza Ambarrukmo dan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Jogja itu diikuti oleh sejumlah desainer ternama serta institusi fashion dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada sesi parade kedua, koleksi karya mahasiswa IAI An-Nawawi Purworejo tampil sebagai salah satu sorotan karena menghadirkan sentuhan unik yang memadukan nilai tradisi, semangat kebangsaan, dan nuansa modern. Nama “Majma’na” sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti “Tempat Berkumpul Kita”. Filosofi tersebut diwujudkan dalam rancangan busana yang menyatukan berbagai elemen tekstur, siluet, serta karakter wastra Nusantara dalam satu harmoni desain.

Koleksi ini menghadirkan pendekatan desain yang tetap menjaga prinsip modest fashion namun tetap eksploratif. Beberapa ciri utama yang menonjol dalam koleksi tersebut antara lain penggunaan siluet layering yang dinamis, permainan palet warna alam seperti cokelat, krem, dan hijau bumi, serta detail wastra lokal yang dipadukan dengan teknik potong modern. Perpaduan tersebut menghasilkan tampilan yang elegan, sederhana, namun tetap memiliki karakter kuat sehingga cocok digunakan sebagai busana ready-to-wear. 

Koleksi Majma’na dibimbing langsung oleh Hj. Ashfa Khoirun Nisa’, yang akrab disapa Irun Maulana, selaku Rektor IAI An-Nawawi Purworejo sekaligus CEO brand fashion Li Scarf. Ia menilai keikutsertaan mahasiswa dalam panggung fashion nasional ini menjadi bukti bahwa latar belakang pendidikan pesantren tidak membatasi kreativitas generasi muda.

Kehadiran mahasiswa IAI An-Nawawi di panggung sebesar ini bukan sekadar partisipasi. Ini adalah bukti bahwa nilai-nilai pesantren mampu bersinergi dengan dinamika global,” ujar Irun Maulana pada Minggu (8/3/2026).

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tidak hanya dalam mengasah kreativitas, tetapi juga memperkuat intelektualitas dan spiritualitas.

Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi sarjana yang mumpuni, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat,” katanya.

Pendamping tim desainer IAI An-Nawawi Purworejo, Arina Lissyarofah, juga menilai keterlibatan mahasiswa dalam ajang ini penting sebagai ruang pengembangan bakat sekaligus upaya memperluas eksistensi institusi di dunia fashion. Menurut dia, mahasiswa tidak hanya menjalani pendidikan akademik di kampus, tetapi juga didorong untuk mengembangkan minat dan potensi kreatif mereka di berbagai bidang.

Dengan mengikuti panggung ini, kami berharap mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga sekaligus meningkatkan bakat dan minat mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menginspirasi institusi pendidikan lain untuk berinovasi dan terjun langsung ke industri profesional,” ujar Arina.

Tim desainer mahasiswa IAI An-Nawawi Purworejo yang terlibat dalam koleksi Majma’na terdiri dari Aufilana Aqilazahra, Rahayu Nayla, Shofiana Nailul Muna, Nabila Putri, Citra Rena, dan Anggun Mutia. Salah satu perwakilan tim, Aufilana Aqilazahra, mengatakan bahwa karya tersebut menjadi upaya mereka untuk menunjukkan bahwa identitas santri dapat bertransformasi dalam industri global tanpa kehilangan nilai-nilai spiritualnya.

Kami ingin menunjukkan bahwa busana santri bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang global tanpa kehilangan identitasnya. Majma’na adalah simbol persatuan antara spiritualitas dan gaya hidup,” ujar Aufilana.

Kehadiran mahasiswa IAI An-Nawawi di panggung modest fashion nasional ini sekaligus menegaskan bahwa institusi pendidikan berbasis pesantren juga memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem industri modest fashion di Indonesia. Melalui kreativitas generasi muda, nilai-nilai tradisi dan spiritualitas diharapkan dapat terus hidup sekaligus berkembang mengikuti dinamika dunia fashion modern. 

 

https://www.purworejo24.com/2026/03/dari-pesantren-ke-runway-mahasiswa-iai-an-nawawi-purworejo-tampilkan-koleksi-majmana-di-plaza-ambarrukmo/

Beri Komentar

Komentar Facebook