Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
" SUGENG RAWUH DI WEBSITE RESMI DESA DUKUHREJO "

Info

BERITA NASIONAL

Menkomdigi ungkap digitalisasi untuk memperbaiki cara kerja koperasiMenkomdigi ungkap digitalisasi untuk memperbaiki cara kerja koperasi

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi langkah nyata untuk memperbaiki cara kerja koperasi.“Digitalisasi harus berdampak langsung, lebih efisien, pasar makin luas, dan usaha koperasi makin kuat,” kata Meutya dalam keterangan resmi yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, pemerintah mempercepat digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa. Adapun tiga fokus utama yang didorong di antaranya meningkatkan efisiensi usaha, mengintegrasikan rantai pasok, dan memperluas akses pasar bagi koperasi serta pelaku usaha lokal. Ia menyebut, Koperasi Al Ittifaq di Soreang, Kabupaten Bandung sebagai contoh praktik baik.

baca juga : https://dukuhrejo.id/artikel/2026/4/24/pertolongan-pertama-gawat-darurat-ppgd-dan-kunjungan-dirjen-pengembangan-ekonomi-dan-investasi-desa-kementerian-desa-dan-pembangunan-daerah-tertinggal-ri

Koperasi ini berhasil mengintegrasikan usaha dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga distribusi. Sistem digital yang digunakan membantu perencanaan produksi lebih akurat, menjaga kualitas produk, hingga mempercepat distribusi ke pasar. Model ini juga membuat pasokan lebih terjaga dan meningkatkan kepercayaan mitra usaha. Pemerintah mendorong praktik seperti ini direplikasi di berbagai daerah.

Dengan sistem manajemen berbasis digital, koperasi dapat mengelola produksi, stok, hingga distribusi secara lebih tertata dan terukur, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain itu, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. Pemanfaatan limbah produksi sebagai pakan ternak, serta penguatan rantai pasok lokal, terbukti mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan nilai tambah.

Menurut dia, pendekatan ini dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa. Untuk mempercepat implementasi, pemerintah mendorong kolaborasi antara koperasi yang sudah maju dengan KDMP di berbagai daerah. Kolaborasi ini penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan memperkuat kelembagaan koperasi.

baca juga : https://dukuhrejo.id/artikel/2026/2/14/kolaborasi-kdmp-dukuhrejo-dengan-program-keluarga-harapan-dan-sembako-menuju-kemandirian-ekonomi

Selain itu, peran generasi muda juga dinilai krusial. Pelajar, khususnya dari sekolah menengah kejuruan, diharapkan ikut terlibat dalam digitalisasi koperasi, mulai dari pengelolaan teknologi hingga inovasi model bisnis. “Strateginya adalah memperluas praktik baik yang sudah terbukti. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi yang tangguh,” kata Meutya.

Sementara itu, CEO Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq, Setia Irawan turut menegaskan bahwa pihaknya memang fokus pada penguatan digitalisasi. Baginya digitalisasi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar langsung, sehingga tercipta SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Total Populasi Desa Dukuhrejo

910 910

901 1811

1811

1811 1811

TOTAL : 1811 ORANG

910

LAKI-LAKI

901

PEREMPUAN

Lokasi Kantor Desa

Alamat:Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo
Desa : Dukuhrejo
Kecamatan : Bayan
Kabupaten : Purworejo
Kodepos : 54224

Peta Wilayah Desa

Transparansi Anggaran

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran:Rp 1.309.615.751,00
Realisasi:RP 1.256.766.409,00

95.96%

Belanja

Anggaran:Rp 1.183.606.540,00
Realisasi:RP 1.111.626.971,00

93.92%

Pembiayaan

Anggaran:Rp 186.579.789,00
Realisasi:RP 186.579.789,00

100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Anggaran:Rp 1.685.093,00
Realisasi:RP 1.685.093,00

100%

Hasil Aset Desa

Anggaran:Rp 113.275.736,00
Realisasi:RP 102.265.895,00

90.28%

Dana Desa

Anggaran:Rp 765.705.000,00
Realisasi:RP 765.705.000,00

100%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran:Rp 56.037.550,00
Realisasi:RP 37.060.550,00

66.14%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 326.292.400,00
Realisasi:RP 313.188.400,00

95.98%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran:Rp 45.421.272,00
Realisasi:RP 35.162.552,00

77.41%

Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Dengan Pihak Ketiga

Anggaran:Rp 838.700,00
Realisasi:RP 838.700,00

100%

Bunga Bank

Anggaran:Rp 360.000,00
Realisasi:RP 860.219,00

238.95%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran:Rp 559.256.090,00
Realisasi:RP 503.651.821,00

90.06%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran:Rp 240.564.800,00
Realisasi:RP 229.852.700,00

95.55%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran:Rp 313.872.450,00
Realisasi:RP 313.072.450,00

99.75%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran:Rp 15.913.200,00
Realisasi:RP 11.050.000,00

69.44%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran:Rp 54.000.000,00
Realisasi:RP 54.000.000,00

100%

Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi

BERITA NASIONAL

Menkomdigi ungkap digitalisasi untuk memperbaiki cara kerja koperasiMenkomdigi ungkap digitalisasi untuk memperbaiki cara kerja koperasi

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi langkah nyata untuk memperbaiki cara kerja koperasi.“Digitalisasi harus berdampak langsung, lebih efisien, pasar makin luas, dan usaha koperasi makin kuat,” kata Meutya dalam keterangan resmi yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, pemerintah mempercepat digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa. Adapun tiga fokus utama yang didorong di antaranya meningkatkan efisiensi usaha, mengintegrasikan rantai pasok, dan memperluas akses pasar bagi koperasi serta pelaku usaha lokal. Ia menyebut, Koperasi Al Ittifaq di Soreang, Kabupaten Bandung sebagai contoh praktik baik.

baca juga : https://dukuhrejo.id/artikel/2026/4/24/pertolongan-pertama-gawat-darurat-ppgd-dan-kunjungan-dirjen-pengembangan-ekonomi-dan-investasi-desa-kementerian-desa-dan-pembangunan-daerah-tertinggal-ri

Koperasi ini berhasil mengintegrasikan usaha dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga distribusi. Sistem digital yang digunakan membantu perencanaan produksi lebih akurat, menjaga kualitas produk, hingga mempercepat distribusi ke pasar. Model ini juga membuat pasokan lebih terjaga dan meningkatkan kepercayaan mitra usaha. Pemerintah mendorong praktik seperti ini direplikasi di berbagai daerah.

Dengan sistem manajemen berbasis digital, koperasi dapat mengelola produksi, stok, hingga distribusi secara lebih tertata dan terukur, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain itu, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. Pemanfaatan limbah produksi sebagai pakan ternak, serta penguatan rantai pasok lokal, terbukti mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan nilai tambah.

Menurut dia, pendekatan ini dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa. Untuk mempercepat implementasi, pemerintah mendorong kolaborasi antara koperasi yang sudah maju dengan KDMP di berbagai daerah. Kolaborasi ini penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan memperkuat kelembagaan koperasi.

baca juga : https://dukuhrejo.id/artikel/2026/2/14/kolaborasi-kdmp-dukuhrejo-dengan-program-keluarga-harapan-dan-sembako-menuju-kemandirian-ekonomi

Selain itu, peran generasi muda juga dinilai krusial. Pelajar, khususnya dari sekolah menengah kejuruan, diharapkan ikut terlibat dalam digitalisasi koperasi, mulai dari pengelolaan teknologi hingga inovasi model bisnis. “Strateginya adalah memperluas praktik baik yang sudah terbukti. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi yang tangguh,” kata Meutya.

Sementara itu, CEO Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq, Setia Irawan turut menegaskan bahwa pihaknya memang fokus pada penguatan digitalisasi. Baginya digitalisasi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar langsung, sehingga tercipta SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.

Beri Komentar

Komentar Facebook