Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 69 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.104 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
DUKUHREJO, BAYAN – Puluhan petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari tiga desa di Kecamatan Bayan, yakni Desa Dukuhrejo, Desa Botorejo, dan Desa Botodaleman, bersatu padu melakukan aksi nyata mengamankan tanaman padi mereka. Secara serentak, mereka menggelar aksi "gopyokan" atau pemburuan hama tikus secara massal di area persawahan pada hari Senin, 4 Mei 2026.
Langkah taktis ini diambil menyusul adanya laporan peningkatan populasi hama tikus yang mulai mengancam produktivitas padi, terutama di masa tanam yang krusial. Gopyokan massal ini menjadi solusi bersama untuk menekan populasi hama secara efektif dan efisien sebelum terlambat.
Sinergi Pemdes, Dinas, dan Petani Turun ke Sawah
Aksi gopyokan ini bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan bentuk sinergi yang kuat antara Pemerintah Desa, Dinas terkait, dan para petani. Hadir langsung di lapangan adalah Kepala Desa Dukuhrejo, Bapak Suhadi, S.Sos., beserta jajaran perangkat desa dari Pemerintah Desa Dukuhrejo, Kepala Desa Botorejo Sri Hartati beserta Pemerintah Desa dari desa Botorejo dan Botodaleman
Turut hadir memberikan dukungan teknis adalah perwakilan dari dinas terkait, di antaranya tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan tim Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kecamatan Bayan. Kehadiran mereka memastikan metode pengendalian yang digunakan tepat sasaran dan aman. Perwakilan dari Pemerintah Desa Botorejo dan Botodaleman, serta puluhan petani setempat, juga turut aktif membantu jalannya proses gropyokan.
Metode Efektif: Racun dan Pengasapan
Aksi gopyokan dimulai sejak pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB. Tim DKPP Kecamatan Bayan memberikan arahan teknis dan mendistribusikan bantuan produk pengendalian hama tikus kepada para petani. Produk pengendalian hama tikus tersebut, yang dibawa langsung oleh tim dinas, digunakan dengan dua metode utama: menggunakan racun umpan dan metode pengasapan (fogging) ke lubang-lubang aktif tempat tikus bersembunyi.
Para petani dan perangkat desa terlihat bahu-membahu dalam meracik umpan beracun dan melakukan pengasapan. Metode ini dipilih karena dianggap paling efektif dan cepat untuk menjangkau tikus-tikus yang bersembunyi dalam liang.
Cara Kerja Produk Maksimal di Air
Penting untuk dipahami bahwa produk pengendalian hama tikus yang digunakan memiliki mekanisme kerja yang unik dan optimal. Metode pengaplikasian produk ini menggunakan racun yang di campur dengan gabah, dengan takaran 1 kg per hektar lahan.
"Produk ini bekerja secara maksimal ketika tikus berada di air," jelas salah satu petugas dari tim Pengamat Hama. "Mekanisme kerjanya adalah dengan cara memecah pembuluh darah tikus. Ini sangat efektif untuk menekan populasi tikus, terutama pada lahan sawah yang berair," tambahnya.
Doa dan Harapan Panen Melimpah
Bapak Suhadi, S.Sos., selaku Kepala Desa Dukuhrejo, menyampaikan apresiasinya atas kekompakan warga dan dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. "Ini adalah bentuk ikhtiar bersama kita. Semoga dengan adanya gopyokan massal ini, serangan hama tikus bisa ditekan, tanaman padi bisa tumbuh maksimal, dan petani di tiga desa ini bisa menikmati panen yang melimpah," harapnya penuh optimisme.
Senada dengan Kades, salah satu petani setempat mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dari Pemerintah Desa dan Dinas. "Gopyokan bersama ini sangat membantu kami. Harapan kami tentu saja serangan tikus mereda, panen tahun ini aman, dan harganya juga bagus," tuturnya.
Kegiatan gropyokan massal ini berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi ini juga semakin mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong royong antar-desa dan antar-petani di wilayah Kecamatan Bayan. (Adm)
video singkat :
https://drive.google.com/file/d/15ZYWphCNnfecxxp6ZOd24QyWwebkYYmw/view?usp=drivesdk
https://drive.google.com/file/d/1SO3Mb6tr9rne4igEb1tylbZNuXD4B1X9/view?usp=drivesdk
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
DUKUHREJO, BAYAN – Puluhan petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari tiga desa di Kecamatan Bayan, yakni Desa Dukuhrejo, Desa Botorejo, dan Desa Botodaleman, bersatu padu melakukan aksi nyata mengamankan tanaman padi mereka. Secara serentak, mereka menggelar aksi "gopyokan" atau pemburuan hama tikus secara massal di area persawahan pada hari Senin, 4 Mei 2026.
Langkah taktis ini diambil menyusul adanya laporan peningkatan populasi hama tikus yang mulai mengancam produktivitas padi, terutama di masa tanam yang krusial. Gopyokan massal ini menjadi solusi bersama untuk menekan populasi hama secara efektif dan efisien sebelum terlambat.
Sinergi Pemdes, Dinas, dan Petani Turun ke Sawah
Aksi gopyokan ini bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan bentuk sinergi yang kuat antara Pemerintah Desa, Dinas terkait, dan para petani. Hadir langsung di lapangan adalah Kepala Desa Dukuhrejo, Bapak Suhadi, S.Sos., beserta jajaran perangkat desa dari Pemerintah Desa Dukuhrejo, Kepala Desa Botorejo Sri Hartati beserta Pemerintah Desa dari desa Botorejo dan Botodaleman
Turut hadir memberikan dukungan teknis adalah perwakilan dari dinas terkait, di antaranya tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan tim Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kecamatan Bayan. Kehadiran mereka memastikan metode pengendalian yang digunakan tepat sasaran dan aman. Perwakilan dari Pemerintah Desa Botorejo dan Botodaleman, serta puluhan petani setempat, juga turut aktif membantu jalannya proses gropyokan.
Metode Efektif: Racun dan Pengasapan
Aksi gopyokan dimulai sejak pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB. Tim DKPP Kecamatan Bayan memberikan arahan teknis dan mendistribusikan bantuan produk pengendalian hama tikus kepada para petani. Produk pengendalian hama tikus tersebut, yang dibawa langsung oleh tim dinas, digunakan dengan dua metode utama: menggunakan racun umpan dan metode pengasapan (fogging) ke lubang-lubang aktif tempat tikus bersembunyi.
Para petani dan perangkat desa terlihat bahu-membahu dalam meracik umpan beracun dan melakukan pengasapan. Metode ini dipilih karena dianggap paling efektif dan cepat untuk menjangkau tikus-tikus yang bersembunyi dalam liang.
Cara Kerja Produk Maksimal di Air
Penting untuk dipahami bahwa produk pengendalian hama tikus yang digunakan memiliki mekanisme kerja yang unik dan optimal. Metode pengaplikasian produk ini menggunakan racun yang di campur dengan gabah, dengan takaran 1 kg per hektar lahan.
"Produk ini bekerja secara maksimal ketika tikus berada di air," jelas salah satu petugas dari tim Pengamat Hama. "Mekanisme kerjanya adalah dengan cara memecah pembuluh darah tikus. Ini sangat efektif untuk menekan populasi tikus, terutama pada lahan sawah yang berair," tambahnya.
Doa dan Harapan Panen Melimpah
Bapak Suhadi, S.Sos., selaku Kepala Desa Dukuhrejo, menyampaikan apresiasinya atas kekompakan warga dan dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. "Ini adalah bentuk ikhtiar bersama kita. Semoga dengan adanya gopyokan massal ini, serangan hama tikus bisa ditekan, tanaman padi bisa tumbuh maksimal, dan petani di tiga desa ini bisa menikmati panen yang melimpah," harapnya penuh optimisme.
Senada dengan Kades, salah satu petani setempat mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dari Pemerintah Desa dan Dinas. "Gopyokan bersama ini sangat membantu kami. Harapan kami tentu saja serangan tikus mereda, panen tahun ini aman, dan harganya juga bagus," tuturnya.
Kegiatan gropyokan massal ini berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi ini juga semakin mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong royong antar-desa dan antar-petani di wilayah Kecamatan Bayan. (Adm)
video singkat :
https://drive.google.com/file/d/15ZYWphCNnfecxxp6ZOd24QyWwebkYYmw/view?usp=drivesdk
https://drive.google.com/file/d/1SO3Mb6tr9rne4igEb1tylbZNuXD4B1X9/view?usp=drivesdk
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...