Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 285 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.320 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
Dukuhrejo.id -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momen penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan Jerman, sekaligus menandai kunjungan pertama Steinmeier sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden RI.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, yang menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda diplomasi resmi antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa kehadiran Presiden Jerman kali ini memiliki arti strategis karena menjadi awal babak baru kerja sama bilateral di era pemerintahan Prabowo.
Dalam rangkaian agenda kenegaraan, Presiden Steinmeier akan disambut secara resmi melalui upacara militer di Istana, yang merupakan bentuk penghormatan tertinggi bagi tamu negara. Setelah itu, kedua kepala negara dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral untuk membahas berbagai isu strategis, baik yang berkaitan dengan kepentingan nasional masing-masing negara maupun isu global yang menjadi perhatian bersama.
Fokus utama pembahasan mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor, seperti perdagangan dan investasi, energi terbarukan, perubahan iklim, serta pengembangan sumber daya manusia. Salah satu isu penting yang turut dibahas adalah peluang kerja sama dalam perekrutan tenaga kerja terampil dari Indonesia ke Jerman, yang selama ini menjadi kebutuhan bagi sektor industri di negara Eropa tersebut.
Selain itu, kedua pemimpin juga akan menegaskan komitmen bersama terhadap nilai-nilai demokrasi, penegakan tatanan internasional berbasis aturan (rules-based order), serta pentingnya kerja sama multilateral, khususnya dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik. Hal ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara kunci di Asia Tenggara dan Jerman sebagai kekuatan ekonomi utama di Eropa.
Tidak hanya agenda formal kenegaraan, kunjungan Presiden Steinmeier juga mencakup kegiatan simbolis yang mencerminkan nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Ia dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, dan kemudian melanjutkan perjalanan melalui Terowongan Silaturahim menuju Gereja Katedral Jakarta yang terletak tepat di seberangnya. Kunjungan ini menjadi simbol kuat harmoni kehidupan beragama di Indonesia yang kerap menjadi sorotan dunia internasional.
Lebih lanjut, Presiden Jerman juga dijadwalkan mengikuti diskusi bersama para pakar dan perwakilan lembaga kajian di Indonesia. Diskusi tersebut akan mengangkat tema peran negara-negara kekuatan menengah (middle powers) dalam menghadapi dinamika dan perubahan tatanan global yang semakin kompleks, termasuk tantangan geopolitik, ekonomi, dan perubahan iklim.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman yang telah terjalin selama puluhan tahun. Secara historis, kedua negara memiliki kerja sama yang kuat di bidang industri, pendidikan vokasi, teknologi, serta pembangunan berkelanjutan. Jerman juga dikenal sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia di kawasan Uni Eropa.
Dengan berbagai agenda yang telah disusun, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier tidak hanya menjadi ajang diplomasi formal, tetapi juga momentum strategis untuk memperluas kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan di masa depan. (Adm)
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
Dukuhrejo.id -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momen penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan Jerman, sekaligus menandai kunjungan pertama Steinmeier sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden RI.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, yang menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda diplomasi resmi antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa kehadiran Presiden Jerman kali ini memiliki arti strategis karena menjadi awal babak baru kerja sama bilateral di era pemerintahan Prabowo.
Dalam rangkaian agenda kenegaraan, Presiden Steinmeier akan disambut secara resmi melalui upacara militer di Istana, yang merupakan bentuk penghormatan tertinggi bagi tamu negara. Setelah itu, kedua kepala negara dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral untuk membahas berbagai isu strategis, baik yang berkaitan dengan kepentingan nasional masing-masing negara maupun isu global yang menjadi perhatian bersama.
Fokus utama pembahasan mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor, seperti perdagangan dan investasi, energi terbarukan, perubahan iklim, serta pengembangan sumber daya manusia. Salah satu isu penting yang turut dibahas adalah peluang kerja sama dalam perekrutan tenaga kerja terampil dari Indonesia ke Jerman, yang selama ini menjadi kebutuhan bagi sektor industri di negara Eropa tersebut.
Selain itu, kedua pemimpin juga akan menegaskan komitmen bersama terhadap nilai-nilai demokrasi, penegakan tatanan internasional berbasis aturan (rules-based order), serta pentingnya kerja sama multilateral, khususnya dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik. Hal ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara kunci di Asia Tenggara dan Jerman sebagai kekuatan ekonomi utama di Eropa.
Tidak hanya agenda formal kenegaraan, kunjungan Presiden Steinmeier juga mencakup kegiatan simbolis yang mencerminkan nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Ia dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, dan kemudian melanjutkan perjalanan melalui Terowongan Silaturahim menuju Gereja Katedral Jakarta yang terletak tepat di seberangnya. Kunjungan ini menjadi simbol kuat harmoni kehidupan beragama di Indonesia yang kerap menjadi sorotan dunia internasional.
Lebih lanjut, Presiden Jerman juga dijadwalkan mengikuti diskusi bersama para pakar dan perwakilan lembaga kajian di Indonesia. Diskusi tersebut akan mengangkat tema peran negara-negara kekuatan menengah (middle powers) dalam menghadapi dinamika dan perubahan tatanan global yang semakin kompleks, termasuk tantangan geopolitik, ekonomi, dan perubahan iklim.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman yang telah terjalin selama puluhan tahun. Secara historis, kedua negara memiliki kerja sama yang kuat di bidang industri, pendidikan vokasi, teknologi, serta pembangunan berkelanjutan. Jerman juga dikenal sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia di kawasan Uni Eropa.
Dengan berbagai agenda yang telah disusun, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier tidak hanya menjadi ajang diplomasi formal, tetapi juga momentum strategis untuk memperluas kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan di masa depan. (Adm)
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...