Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 295 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.330 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
Dukuhrejo.id -- Pemerintah Kabupaten Purworejo terus mengembangkan sektor perikanan budidaya melalui pelaksanaan Program Budidaya Ikan Tematik berbasis bioflok yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini tidak semata-mata bertujuan meningkatkan hasil produksi perikanan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Suyud Jatmiko, S.St.Pi., menjelaskan bahwa budidaya ikan tematik berbasis bioflok merupakan pendekatan perikanan berkelanjutan yang mengandalkan teknologi kolam bundar dengan sistem bioflok. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Ia menambahkan bahwa program tersebut berfokus pada pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, termasuk dalam mendukung pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, program ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan mereka.
Pelaksanaan program ini di Purworejo telah dimulai sejak tahun 2025 dengan melibatkan empat kelompok penerima manfaat yang tergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yaitu KDMP Purwosari, KDMP Dukuhdungus, KDMP Condongsari, dan KDMP Kaliharjo. Komoditas utama yang dibudidayakan adalah ikan lele. Saat ini, sebagian kelompok masih berada pada tahap siklus budidaya pertama, sementara kelompok lainnya telah memasuki siklus kedua. Rata-rata hasil panen yang diperoleh mencapai sekitar 2 hingga 4 ton ikan dalam setiap siklus.
Program ini memanfaatkan teknologi bioflok dengan kolam terpal berbentuk bundar yang dilengkapi sistem aerasi untuk menjaga ketersediaan oksigen di dalam air. Teknologi tersebut juga memanfaatkan mikroorganisme yang mampu mengolah limbah organik menjadi gumpalan flok yang dapat dimakan oleh ikan sebagai pakan tambahan.
Dengan sistem ini, limbah hasil budidaya tidak terbuang sia-sia, melainkan diubah menjadi sumber nutrisi alami yang bermanfaat. Hal ini membuat penggunaan pakan menjadi lebih hemat sekaligus menjaga kualitas air tetap stabil. Selain ramah lingkungan, metode bioflok juga memiliki keunggulan lain, seperti kebutuhan lahan yang lebih kecil, efisiensi penggunaan air, serta waktu pemeliharaan yang relatif lebih singkat dibandingkan metode konvensional. Untuk budidaya ikan lele, masa panen umumnya berlangsung antara dua hingga empat bulan.
Suyud menjelaskan bahwa di dalam kolam bioflok terjadi pembentukan gumpalan flok yang menjadi sumber pakan tambahan bagi ikan. Kondisi ini memungkinkan pengurangan penggunaan pakan buatan tanpa mengurangi tingkat produktivitas.
Melihat hasil yang cukup menjanjikan, Pemerintah Kabupaten Purworejo kembali mengajukan pengembangan program pada tahun 2026 dengan mengusulkan sembilan KDMP tambahan untuk mendapatkan dukungan dari KKP. Kelompok-kelompok yang diusulkan antara lain KDMP Bulus, KDMP Susuk Mendiro Klandaran, KDMP Karangsari, KDMP Sumber Gumawangrejo Pangkalan, KDMP Sangubanyu, KDMP Majir, KDMP Wangunrejo, KDMP Sumberrejo, dan KDMP Tlogokotes.
Saat ini, pengajuan tersebut masih dalam tahap verifikasi dan validasi secara daring oleh pihak KKP. Pengembangan budidaya ikan bioflok ini dinilai memiliki peran penting dalam menjamin ketersediaan sumber protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak usia sekolah, keberadaan pusat-pusat budidaya ikan di desa diharapkan mampu menjadi pemasok kebutuhan protein lokal secara berkelanjutan.
Suyud berharap produksi ikan dari kelompok penerima program terus meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa hasil produksi dari program ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan protein masyarakat, meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya, serta berkontribusi terhadap keberhasilan program Makan Bergizi Gratis yang sedang dijalankan pemerintah. (adm)
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
Dukuhrejo.id -- Pemerintah Kabupaten Purworejo terus mengembangkan sektor perikanan budidaya melalui pelaksanaan Program Budidaya Ikan Tematik berbasis bioflok yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini tidak semata-mata bertujuan meningkatkan hasil produksi perikanan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Suyud Jatmiko, S.St.Pi., menjelaskan bahwa budidaya ikan tematik berbasis bioflok merupakan pendekatan perikanan berkelanjutan yang mengandalkan teknologi kolam bundar dengan sistem bioflok. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Ia menambahkan bahwa program tersebut berfokus pada pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, termasuk dalam mendukung pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, program ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan mereka.
Pelaksanaan program ini di Purworejo telah dimulai sejak tahun 2025 dengan melibatkan empat kelompok penerima manfaat yang tergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yaitu KDMP Purwosari, KDMP Dukuhdungus, KDMP Condongsari, dan KDMP Kaliharjo. Komoditas utama yang dibudidayakan adalah ikan lele. Saat ini, sebagian kelompok masih berada pada tahap siklus budidaya pertama, sementara kelompok lainnya telah memasuki siklus kedua. Rata-rata hasil panen yang diperoleh mencapai sekitar 2 hingga 4 ton ikan dalam setiap siklus.
Program ini memanfaatkan teknologi bioflok dengan kolam terpal berbentuk bundar yang dilengkapi sistem aerasi untuk menjaga ketersediaan oksigen di dalam air. Teknologi tersebut juga memanfaatkan mikroorganisme yang mampu mengolah limbah organik menjadi gumpalan flok yang dapat dimakan oleh ikan sebagai pakan tambahan.
Dengan sistem ini, limbah hasil budidaya tidak terbuang sia-sia, melainkan diubah menjadi sumber nutrisi alami yang bermanfaat. Hal ini membuat penggunaan pakan menjadi lebih hemat sekaligus menjaga kualitas air tetap stabil. Selain ramah lingkungan, metode bioflok juga memiliki keunggulan lain, seperti kebutuhan lahan yang lebih kecil, efisiensi penggunaan air, serta waktu pemeliharaan yang relatif lebih singkat dibandingkan metode konvensional. Untuk budidaya ikan lele, masa panen umumnya berlangsung antara dua hingga empat bulan.
Suyud menjelaskan bahwa di dalam kolam bioflok terjadi pembentukan gumpalan flok yang menjadi sumber pakan tambahan bagi ikan. Kondisi ini memungkinkan pengurangan penggunaan pakan buatan tanpa mengurangi tingkat produktivitas.
Melihat hasil yang cukup menjanjikan, Pemerintah Kabupaten Purworejo kembali mengajukan pengembangan program pada tahun 2026 dengan mengusulkan sembilan KDMP tambahan untuk mendapatkan dukungan dari KKP. Kelompok-kelompok yang diusulkan antara lain KDMP Bulus, KDMP Susuk Mendiro Klandaran, KDMP Karangsari, KDMP Sumber Gumawangrejo Pangkalan, KDMP Sangubanyu, KDMP Majir, KDMP Wangunrejo, KDMP Sumberrejo, dan KDMP Tlogokotes.
Saat ini, pengajuan tersebut masih dalam tahap verifikasi dan validasi secara daring oleh pihak KKP. Pengembangan budidaya ikan bioflok ini dinilai memiliki peran penting dalam menjamin ketersediaan sumber protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak usia sekolah, keberadaan pusat-pusat budidaya ikan di desa diharapkan mampu menjadi pemasok kebutuhan protein lokal secara berkelanjutan.
Suyud berharap produksi ikan dari kelompok penerima program terus meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa hasil produksi dari program ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan protein masyarakat, meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya, serta berkontribusi terhadap keberhasilan program Makan Bergizi Gratis yang sedang dijalankan pemerintah. (adm)
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...