Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 138 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.173 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
JAKARTA -- Sebanyak 69 korban selamat dari Kapal Virgo Transport 8 dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9).
Sejumlah korban diketahui mengalami trauma berat, sesak napas, hingga penurunan kesadaran sehingga harus mendapat penanganan medis lebih intensif.
Para korban dibawa menggunakan MV Haida yang membantu proses evakuasi dari wilayah perairan Laut Jawa. Kapal tersebut tiba dan bersandar di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 18.00 WITA.
Setibanya di pelabuhan, seluruh korban selamat dipindahkan ke ruang induk terminal yang difungsikan sebagai lokasi penanganan medis sementara. Tim gabungan kemudian melakukan pemilahan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan.
Petugas PMI Banjarmasin, Alfi mengatakan sistem tersebut diterapkan agar korban dengan kondisi paling membutuhkan pertolongan dapat segera ditangani. "Penanganan korban kami bagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau untuk korban dengan luka ringan, zona kuning untuk korban luka sedang, dan zona merah untuk korban yang mengalami luka berat," jelas Alfi, Minggu (13/9).
baca juga : https://dukuhrejo.id/artikel/2026/9/14/kapal-virgo-8-terbalik-di-laut-jawa-6-orang-tewas-ratusan-hilang
Korban yang masuk zona merah, terutama mereka yang mengalami trauma berat, sesak napas, hingga penurunan kesadaran, mendapat penanganan lebih intensif. Petugas memberikan oksigen, memasang penyangga leher atau neck collar, serta memberikan infus sesuai kondisi masing-masing korban.
Sementara itu, tim medis dari PMI, Dinas Kesehatan, dan unsur SAR memeriksa kondisi para korban menggunakan tempat tidur lipat atau velbed. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, detak jantung, serta tanda-tanda vital lainnya.
Proses penanganan dilakukan di tengah kondisi terminal yang dipadati korban, petugas medis, relawan, serta keluarga yang menunggu informasi mengenai kerabat mereka.
Sejumlah ambulans juga disiagakan di luar gedung terminal. Personel TNI-Polri dan relawan turut dikerahkan untuk mempercepat proses rujukan korban dengan kondisi berat dari zona merah menuju rumah sakit terdekat.
Kepolisian bersama petugas keamanan pelabuhan melakukan sterilisasi di sekitar area penanganan medis agar petugas dapat bekerja lebih leluasa dan kepadatan tidak menghambat pemeriksaan maupun evakuasi lanjutan.
Penanganan terhadap 69 korban selamat masih berlangsung. Bersamaan dengan itu, upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban lain yang masih berada di wilayah perairan Laut Jawa juga terus dilakukan.
Kapal Virgo dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA usai menghadapi cuaca buruk. Basarnas Banjarmasin menerima laporan sekitar pukul 04.10 WITA.
Kemudian pada pukul 04.30 WITA, kantor SAR mengerahkan tim dan peralatan untuk operasi pencarian serta penyelamatan. Namun, dari sini menuju titik lokasi terakhir kapal membutuhkan waktu sekitar enam jam.
Kantor SAR Banjarmasin juga melaporkan ke Basarnas pusat. Mereka lalu mendeklarasikan ada kondisi darurat ke seluruh pengguna lalu lintas di Laut Jawa sehingga bantuan bisa lebih banyak diterima. Sampai saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Per pukul 17.00 WITA, tim sudah mengevakuasi 113 korban termasuk enam orang meninggal dunia. Penyebab kapal hilang kontak hingga mengalami kemiringan akan diinvestigasi di kemudian hari setelah proses evakuasi rampung.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
JAKARTA -- Sebanyak 69 korban selamat dari Kapal Virgo Transport 8 dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9).
Sejumlah korban diketahui mengalami trauma berat, sesak napas, hingga penurunan kesadaran sehingga harus mendapat penanganan medis lebih intensif.
Para korban dibawa menggunakan MV Haida yang membantu proses evakuasi dari wilayah perairan Laut Jawa. Kapal tersebut tiba dan bersandar di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 18.00 WITA.
Setibanya di pelabuhan, seluruh korban selamat dipindahkan ke ruang induk terminal yang difungsikan sebagai lokasi penanganan medis sementara. Tim gabungan kemudian melakukan pemilahan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan.
Petugas PMI Banjarmasin, Alfi mengatakan sistem tersebut diterapkan agar korban dengan kondisi paling membutuhkan pertolongan dapat segera ditangani. "Penanganan korban kami bagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau untuk korban dengan luka ringan, zona kuning untuk korban luka sedang, dan zona merah untuk korban yang mengalami luka berat," jelas Alfi, Minggu (13/9).
baca juga : https://dukuhrejo.id/artikel/2026/9/14/kapal-virgo-8-terbalik-di-laut-jawa-6-orang-tewas-ratusan-hilang
Korban yang masuk zona merah, terutama mereka yang mengalami trauma berat, sesak napas, hingga penurunan kesadaran, mendapat penanganan lebih intensif. Petugas memberikan oksigen, memasang penyangga leher atau neck collar, serta memberikan infus sesuai kondisi masing-masing korban.
Sementara itu, tim medis dari PMI, Dinas Kesehatan, dan unsur SAR memeriksa kondisi para korban menggunakan tempat tidur lipat atau velbed. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, detak jantung, serta tanda-tanda vital lainnya.
Proses penanganan dilakukan di tengah kondisi terminal yang dipadati korban, petugas medis, relawan, serta keluarga yang menunggu informasi mengenai kerabat mereka.
Sejumlah ambulans juga disiagakan di luar gedung terminal. Personel TNI-Polri dan relawan turut dikerahkan untuk mempercepat proses rujukan korban dengan kondisi berat dari zona merah menuju rumah sakit terdekat.
Kepolisian bersama petugas keamanan pelabuhan melakukan sterilisasi di sekitar area penanganan medis agar petugas dapat bekerja lebih leluasa dan kepadatan tidak menghambat pemeriksaan maupun evakuasi lanjutan.
Penanganan terhadap 69 korban selamat masih berlangsung. Bersamaan dengan itu, upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban lain yang masih berada di wilayah perairan Laut Jawa juga terus dilakukan.
Kapal Virgo dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA usai menghadapi cuaca buruk. Basarnas Banjarmasin menerima laporan sekitar pukul 04.10 WITA.
Kemudian pada pukul 04.30 WITA, kantor SAR mengerahkan tim dan peralatan untuk operasi pencarian serta penyelamatan. Namun, dari sini menuju titik lokasi terakhir kapal membutuhkan waktu sekitar enam jam.
Kantor SAR Banjarmasin juga melaporkan ke Basarnas pusat. Mereka lalu mendeklarasikan ada kondisi darurat ke seluruh pengguna lalu lintas di Laut Jawa sehingga bantuan bisa lebih banyak diterima. Sampai saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Per pukul 17.00 WITA, tim sudah mengevakuasi 113 korban termasuk enam orang meninggal dunia. Penyebab kapal hilang kontak hingga mengalami kemiringan akan diinvestigasi di kemudian hari setelah proses evakuasi rampung.
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...