Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 81 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.116 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
Jabatan perangkat desa bukan sekadar pekerjaan administratif. Di balik tugas melayani masyarakat, melekat pula tanggung jawab menjaga integritas dan kepercayaan publik.
Karena itu, hukum tidak hanya mengatur apa yang boleh dilakukan oleh perangkat desa, tetapi juga secara tegas menetapkan berbagai larangan. Pelanggaran terhadap larangan tersebut bahkan dapat berujung pada pemberhentian dari jabatan.
Ketentuan mengenai larangan perangkat desa diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, khususnya pada Pasal 51.
Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa perangkat desa dilarang:
Larangan tersebut dibuat untuk memastikan bahwa perangkat desa tetap menjaga netralitas, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
Selain karena melanggar larangan, perangkat desa juga dapat diberhentikan karena beberapa alasan lain yang diatur dalam Peraturan Bupati Purworejo Nomor 31 Tahun 2023.
Dalam Pasal 50, disebutkan bahwa perangkat desa dapat diberhentikan apabila:
Dengan kata lain, pemberhentian perangkat desa tidak selalu disebabkan oleh pelanggaran disiplin atau etika jabatan, tetapi juga dapat terjadi karena faktor hukum, kesehatan, maupun persyaratan administratif.
Menjaga Integritas Pemerintah Desa
Pada akhirnya, aturan mengenai larangan dan pemberhentian perangkat desa dibuat untuk menjaga agar pemerintah desa tetap berjalan secara tertib dan berintegritas.
Perangkat desa bukan hanya pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi juga wajah pelayanan publik di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Karena itu, jabatan perangkat desa tidak hanya menuntut kemampuan bekerja, tetapi juga komitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat—sebab dalam pemerintahan desa, kepercayaan publik sering kali jauh lebih berharga daripada sekadar mempertahankan jabatan.
https://krandegan.id/artikel/2026/3/6/larangan-perangkat-desa-yang-bisa-berujung-pemberhentian
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
Jabatan perangkat desa bukan sekadar pekerjaan administratif. Di balik tugas melayani masyarakat, melekat pula tanggung jawab menjaga integritas dan kepercayaan publik.
Karena itu, hukum tidak hanya mengatur apa yang boleh dilakukan oleh perangkat desa, tetapi juga secara tegas menetapkan berbagai larangan. Pelanggaran terhadap larangan tersebut bahkan dapat berujung pada pemberhentian dari jabatan.
Ketentuan mengenai larangan perangkat desa diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, khususnya pada Pasal 51.
Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa perangkat desa dilarang:
Larangan tersebut dibuat untuk memastikan bahwa perangkat desa tetap menjaga netralitas, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
Selain karena melanggar larangan, perangkat desa juga dapat diberhentikan karena beberapa alasan lain yang diatur dalam Peraturan Bupati Purworejo Nomor 31 Tahun 2023.
Dalam Pasal 50, disebutkan bahwa perangkat desa dapat diberhentikan apabila:
Dengan kata lain, pemberhentian perangkat desa tidak selalu disebabkan oleh pelanggaran disiplin atau etika jabatan, tetapi juga dapat terjadi karena faktor hukum, kesehatan, maupun persyaratan administratif.
Menjaga Integritas Pemerintah Desa
Pada akhirnya, aturan mengenai larangan dan pemberhentian perangkat desa dibuat untuk menjaga agar pemerintah desa tetap berjalan secara tertib dan berintegritas.
Perangkat desa bukan hanya pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi juga wajah pelayanan publik di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Karena itu, jabatan perangkat desa tidak hanya menuntut kemampuan bekerja, tetapi juga komitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat—sebab dalam pemerintahan desa, kepercayaan publik sering kali jauh lebih berharga daripada sekadar mempertahankan jabatan.
https://krandegan.id/artikel/2026/3/6/larangan-perangkat-desa-yang-bisa-berujung-pemberhentian
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...