Ramai Penolakan Motor MBG, Mobil Koperasi Desa dari India Justru Sudah Datang & Tinggal Disalurkan
10 April 2026
Admin Web
14 Kali dibuka
BOYOLALI - Di tengah ramainya penolakan motor listrik untuk operasional dapur MBG, publik justru dikagetkan dengan keberadaan mobil koperasi desa merah putih. Setidaknya 71 unit mobil operasional untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah tiba di Kodim 0724/Boyolali, Boyolali. Kendaraan yang didatangkan dari India tersebut disiapkan untuk menunjang kegiatan operasional koperasi di berbagai desa. Kehadiran armada ini diharapkan mampu memperlancar distribusi serta pelayanan kepada masyarakat.
ILUSTRASI GERAI KOPERASI - Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. (KOMPAS.com/BAYUAPRILIANO)
Komandan Kodim 0724/Boyolali, Dhanu Anggoro Asmoro, menjelaskan bahwa pengadaan mobil ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan program Koperasi Desa Merah Putih.
Ia menegaskan, dukungan tidak hanya difokuskan pada struktur organisasi, tetapi juga pada sarana dan prasarana penunjang di lapangan.
Dengan adanya tambahan kendaraan operasional ini, diharapkan KDMP dapat bekerja lebih efektif dalam menjangkau desa-desa serta meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa.
"Tetapi kita dukung dulu 71 desa untuk tahap pertama ini," kata Dhanu, dikutip dari TribunSolo, Kamis. Ia menyebut, pembangunan KDMP di Boyolali saat ini telah mencapai 250 unit dari target 267 desa dan kelurahan. Namun, masih terdapat kendala seperti status lahan sawah dilindungi dan aset pemerintah daerah yang belum selesai proses hibahnya.
"Sisanya ada kendala lahan sawah dilindungi sehingga tidak bisa kita bangun (KDMP)," ujarnya.
Meski demikian, percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh desa di Boyolali dapat segera memiliki KDMP yang berfungsi optimal.
"Sehingga secepat mungkin semua desa di Boyolali akan terbangun semuanya," pungkasnya.
MOBIL KOPDES MERAH PUTIH - Ilustrasi mobil operasional Koperasi Desa Merah Putih yang diimpor dari India. (Facebook/Pemdes Samaturu)
Kodim Hanya Sediakan Tempat
Sementara itu, Pasiter Kodim 0724/Boyolali Lettu Inf Nasoha menjelaskan, mobil-mobil tersebut dikirim secara bertahap sejak Rabu (8/4/2026) malam hingga Kamis (9/4/2026) pagi. Ia menegaskan, Kodim tidak terlibat dalam pengadaan kendaraan tersebut. Peran Kodim hanya menyediakan tempat sementara sebelum kendaraan diserahkan oleh pihak vendor kepada pengurus koperasi.
"Sudah sebagian sampai sekitar sebelas unit sampai jam 21.00, yang sisanya tadi pagi jam 06.00-07.00."
"Sebanyak 71 unit sudah sampai semua di Kodim," ujar Nasoha saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis.
"Terkait sarana prasarana untuk TI kami tidak ada terlibat di kegiatan situ (pengadaan mobil)."
"Kita hanya membantu menyiapkan (tempat), sebenarnya untuk transit barang sebentar," lanjutnya.
Menurut Nasoha, seluruh proses distribusi kendaraan menjadi tanggung jawab vendor. Kodim hanya menjadi lokasi transit sebelum mobil diambil oleh masing-masing pengurus koperasi.
"Ya, kita hanya dititipin tempat untuk transit saja," imbuh Nasoha. Ia menambahkan, penyaluran mobil operasional Koperasi Desa Merah Putih dilakukan secara bertahap.
"Bertahap, akan secara bertahap dikirim kembali sampai selesai, termasuk dengan sarana prasarana yang lain," ujarnya.
Ramai Penolakan Motor MBG, Mobil Koperasi Desa dari India Justru Sudah Datang & Tinggal Disalurkan
10 April 2026
Admin Web
14 Kali dibuka
BOYOLALI - Di tengah ramainya penolakan motor listrik untuk operasional dapur MBG, publik justru dikagetkan dengan keberadaan mobil koperasi desa merah putih. Setidaknya 71 unit mobil operasional untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah tiba di Kodim 0724/Boyolali, Boyolali. Kendaraan yang didatangkan dari India tersebut disiapkan untuk menunjang kegiatan operasional koperasi di berbagai desa. Kehadiran armada ini diharapkan mampu memperlancar distribusi serta pelayanan kepada masyarakat.
ILUSTRASI GERAI KOPERASI - Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. (KOMPAS.com/BAYUAPRILIANO)
Komandan Kodim 0724/Boyolali, Dhanu Anggoro Asmoro, menjelaskan bahwa pengadaan mobil ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan program Koperasi Desa Merah Putih.
Ia menegaskan, dukungan tidak hanya difokuskan pada struktur organisasi, tetapi juga pada sarana dan prasarana penunjang di lapangan.
Dengan adanya tambahan kendaraan operasional ini, diharapkan KDMP dapat bekerja lebih efektif dalam menjangkau desa-desa serta meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa.
"Tetapi kita dukung dulu 71 desa untuk tahap pertama ini," kata Dhanu, dikutip dari TribunSolo, Kamis. Ia menyebut, pembangunan KDMP di Boyolali saat ini telah mencapai 250 unit dari target 267 desa dan kelurahan. Namun, masih terdapat kendala seperti status lahan sawah dilindungi dan aset pemerintah daerah yang belum selesai proses hibahnya.
"Sisanya ada kendala lahan sawah dilindungi sehingga tidak bisa kita bangun (KDMP)," ujarnya.
Meski demikian, percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh desa di Boyolali dapat segera memiliki KDMP yang berfungsi optimal.
"Sehingga secepat mungkin semua desa di Boyolali akan terbangun semuanya," pungkasnya.
MOBIL KOPDES MERAH PUTIH - Ilustrasi mobil operasional Koperasi Desa Merah Putih yang diimpor dari India. (Facebook/Pemdes Samaturu)
Kodim Hanya Sediakan Tempat
Sementara itu, Pasiter Kodim 0724/Boyolali Lettu Inf Nasoha menjelaskan, mobil-mobil tersebut dikirim secara bertahap sejak Rabu (8/4/2026) malam hingga Kamis (9/4/2026) pagi. Ia menegaskan, Kodim tidak terlibat dalam pengadaan kendaraan tersebut. Peran Kodim hanya menyediakan tempat sementara sebelum kendaraan diserahkan oleh pihak vendor kepada pengurus koperasi.
"Sudah sebagian sampai sekitar sebelas unit sampai jam 21.00, yang sisanya tadi pagi jam 06.00-07.00."
"Sebanyak 71 unit sudah sampai semua di Kodim," ujar Nasoha saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis.
"Terkait sarana prasarana untuk TI kami tidak ada terlibat di kegiatan situ (pengadaan mobil)."
"Kita hanya membantu menyiapkan (tempat), sebenarnya untuk transit barang sebentar," lanjutnya.
Menurut Nasoha, seluruh proses distribusi kendaraan menjadi tanggung jawab vendor. Kodim hanya menjadi lokasi transit sebelum mobil diambil oleh masing-masing pengurus koperasi.
"Ya, kita hanya dititipin tempat untuk transit saja," imbuh Nasoha. Ia menambahkan, penyaluran mobil operasional Koperasi Desa Merah Putih dilakukan secara bertahap.
"Bertahap, akan secara bertahap dikirim kembali sampai selesai, termasuk dengan sarana prasarana yang lain," ujarnya.