Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 65 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.100 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
JAKARTA - Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, menjalani rangkaian agenda penting selama kunjungannya ke Indonesia. Dalam dua hari berturut-turut, Patel lebih dulu bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kepala Negara, kemudian melanjutkan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Markas Besar Polri. Dua pertemuan itu membahas isu yang berbeda, mulai dari pengembalian artefak budaya Indonesia hingga penguatan kerja sama penegakan hukum menghadapi kejahatan lintas negara.
Bertemu Prabowo di Kertanegara
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur FBI Kash Patel di kediamannya di kawasan Kertanegara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam upaya mengembalikan artefak budaya Indonesia yang diselundupkan secara ilegal ke luar negeri.
Dalam kesempatan itu, Patel secara langsung menyerahkan sejumlah artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari kerja sama repatriasi antara Pemerintah Indonesia dan FBI. "Dan juga secara ofisial beliau juga membawakan artefak budaya yang merupakan kerja sama dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI, yaitu pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal," kata Fadli usai pertemuan.
Menurut Fadli, artefak tersebut dibawa langsung oleh Patel dan diserahkan kepada Presiden Prabowo sebagai simbol keberhasilan kerja sama kedua negara. Selain membahas repatriasi benda budaya, Prabowo dan Patel juga berbincang secara informal dalam suasana yang akrab. Fadli menjelaskan, benda-benda budaya yang dipulangkan berasal dari Papua, tepatnya merupakan warisan masyarakat suku Dani, suku Asmat, dan suku Danau di kawasan Danau Sentani.
Menurut dia, artefak tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi sehingga proses pengembaliannya menjadi bagian dari upaya memulihkan kedaulatan budaya Indonesia. "Saya kira ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan upaya kita untuk memulihkan kedaulatan budaya kita," ujar Fadli. Ia mengatakan, FBI sebelumnya juga beberapa kali membantu mengembalikan berbagai artefak Indonesia yang dicuri, termasuk arca-arca perunggu dan benda bersejarah dari sejumlah situs budaya.
"Kita harapkan kerja sama dengan FBI terutama terkait dengan repatriasi, restitusi benda-benda budaya ini ke depannya akan semakin kuat, didukung juga oleh Sekneg dan juga Kementerian Luar Negeri," kata Fadli. Seluruh artefak tersebut nantinya akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat dipelajari sekaligus dinikmati masyarakat luas. "Saya kira ini adalah bagian dari upaya untuk mengembalikan kedaulatan budaya kita untuk menyempurnakan pengetahuan budaya, dan kita tentu akan ekshibit ini, akan mempamerkan ini di Museum Nasional,"
Dilanjutkan bertemu Kapolri
Sehari setelah bertemu Presiden Prabowo, Kash Patel melanjutkan agendanya dengan mengunjungi Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Patel diterima Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan pertemuan bilateral membahas penguatan kerja sama penegakan hukum antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Kapolri mengatakan, perkembangan kejahatan transnasional yang semakin kompleks membuat kerja sama internasional menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. "Di tengah dinamika global, berbagai jenis kejahatan terus berkembang, seperti kejahatan siber, terorisme, tindak pidana perdagangan orang, dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam mendukung penegakan hukum," kata Sigit dalam keterangannya.
Dalam pertemuan tersebut, Polri dan FBI membahas sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian kedua negara. Pembahasan meliputi ancaman peredaran fentanyl beserta bahan prekursornya, penanganan jaringan scam compounds dan cyber-enabled fraud, penguatan kerja sama investigasi, hingga pertukaran informasi intelijen. Selain itu, kedua institusi sepakat mempercepat penanganan buronan yang menjadi subyek Interpol Red Notice melalui mekanisme kerja sama lintas negara.
Kapolri mengatakan, percepatan pertukaran informasi diharapkan dapat mendukung proses identifikasi pelaku, pelacakan jaringan kejahatan, penelusuran aliran dana, hingga pemulihan aset hasil kejahatan. Sigit mengapresiasi hubungan kerja sama antara Polri dan FBI yang telah terjalin sejak 2014.
Menurut dia, kemitraan tersebut selama ini mencakup pertukaran informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga dukungan terhadap berbagai upaya penegakan hukum. "Polri berharap kerja sama operasional dapat diperkuat melalui pertukaran intelijen secara cepat, identifikasi pelaku dan jaringan, pelacakan aliran dana, pemulihan aset, serta pembentukan mekanisme koordinasi yang lebih efektif," ujar Sigit. Ia menegaskan Polri berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan FBI melalui pertukaran informasi, peningkatan kemampuan personel, serta pelaksanaan operasi bersama sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel mengapresiasi hubungan yang telah terjalin dengan Polri. Ia menegaskan komitmen FBI untuk terus memperkuat kerja sama dalam pemberantasan terorisme, peredaran narkotika, kejahatan siber, serta berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya melalui kerja sama yang lebih erat, konkret, dan berkelanjutan.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
JAKARTA - Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, menjalani rangkaian agenda penting selama kunjungannya ke Indonesia. Dalam dua hari berturut-turut, Patel lebih dulu bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kepala Negara, kemudian melanjutkan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Markas Besar Polri. Dua pertemuan itu membahas isu yang berbeda, mulai dari pengembalian artefak budaya Indonesia hingga penguatan kerja sama penegakan hukum menghadapi kejahatan lintas negara.
Bertemu Prabowo di Kertanegara
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur FBI Kash Patel di kediamannya di kawasan Kertanegara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam upaya mengembalikan artefak budaya Indonesia yang diselundupkan secara ilegal ke luar negeri.
Dalam kesempatan itu, Patel secara langsung menyerahkan sejumlah artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari kerja sama repatriasi antara Pemerintah Indonesia dan FBI. "Dan juga secara ofisial beliau juga membawakan artefak budaya yang merupakan kerja sama dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI, yaitu pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal," kata Fadli usai pertemuan.
Menurut Fadli, artefak tersebut dibawa langsung oleh Patel dan diserahkan kepada Presiden Prabowo sebagai simbol keberhasilan kerja sama kedua negara. Selain membahas repatriasi benda budaya, Prabowo dan Patel juga berbincang secara informal dalam suasana yang akrab. Fadli menjelaskan, benda-benda budaya yang dipulangkan berasal dari Papua, tepatnya merupakan warisan masyarakat suku Dani, suku Asmat, dan suku Danau di kawasan Danau Sentani.
Menurut dia, artefak tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi sehingga proses pengembaliannya menjadi bagian dari upaya memulihkan kedaulatan budaya Indonesia. "Saya kira ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan upaya kita untuk memulihkan kedaulatan budaya kita," ujar Fadli. Ia mengatakan, FBI sebelumnya juga beberapa kali membantu mengembalikan berbagai artefak Indonesia yang dicuri, termasuk arca-arca perunggu dan benda bersejarah dari sejumlah situs budaya.
"Kita harapkan kerja sama dengan FBI terutama terkait dengan repatriasi, restitusi benda-benda budaya ini ke depannya akan semakin kuat, didukung juga oleh Sekneg dan juga Kementerian Luar Negeri," kata Fadli. Seluruh artefak tersebut nantinya akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat dipelajari sekaligus dinikmati masyarakat luas. "Saya kira ini adalah bagian dari upaya untuk mengembalikan kedaulatan budaya kita untuk menyempurnakan pengetahuan budaya, dan kita tentu akan ekshibit ini, akan mempamerkan ini di Museum Nasional,"
Dilanjutkan bertemu Kapolri
Sehari setelah bertemu Presiden Prabowo, Kash Patel melanjutkan agendanya dengan mengunjungi Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Patel diterima Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan pertemuan bilateral membahas penguatan kerja sama penegakan hukum antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Kapolri mengatakan, perkembangan kejahatan transnasional yang semakin kompleks membuat kerja sama internasional menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. "Di tengah dinamika global, berbagai jenis kejahatan terus berkembang, seperti kejahatan siber, terorisme, tindak pidana perdagangan orang, dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam mendukung penegakan hukum," kata Sigit dalam keterangannya.
Dalam pertemuan tersebut, Polri dan FBI membahas sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian kedua negara. Pembahasan meliputi ancaman peredaran fentanyl beserta bahan prekursornya, penanganan jaringan scam compounds dan cyber-enabled fraud, penguatan kerja sama investigasi, hingga pertukaran informasi intelijen. Selain itu, kedua institusi sepakat mempercepat penanganan buronan yang menjadi subyek Interpol Red Notice melalui mekanisme kerja sama lintas negara.
Kapolri mengatakan, percepatan pertukaran informasi diharapkan dapat mendukung proses identifikasi pelaku, pelacakan jaringan kejahatan, penelusuran aliran dana, hingga pemulihan aset hasil kejahatan. Sigit mengapresiasi hubungan kerja sama antara Polri dan FBI yang telah terjalin sejak 2014.
Menurut dia, kemitraan tersebut selama ini mencakup pertukaran informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga dukungan terhadap berbagai upaya penegakan hukum. "Polri berharap kerja sama operasional dapat diperkuat melalui pertukaran intelijen secara cepat, identifikasi pelaku dan jaringan, pelacakan aliran dana, pemulihan aset, serta pembentukan mekanisme koordinasi yang lebih efektif," ujar Sigit. Ia menegaskan Polri berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan FBI melalui pertukaran informasi, peningkatan kemampuan personel, serta pelaksanaan operasi bersama sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel mengapresiasi hubungan yang telah terjalin dengan Polri. Ia menegaskan komitmen FBI untuk terus memperkuat kerja sama dalam pemberantasan terorisme, peredaran narkotika, kejahatan siber, serta berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya melalui kerja sama yang lebih erat, konkret, dan berkelanjutan.
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...