Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 81 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.116 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
BANTUL – Kementerian Koperasi pasang target ambisius, 30 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sudah beroperasi penuh lengkap dengan gerai-gerai usahanya pada April 2026. Artinya, desa-desa di seluruh Indonesia bakal punya etalase ekonomi sendiri yang dikelola bareng-bareng oleh warga. Bukan cuma soal angka, tapi soal bikin koperasi makin hidup, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan benar-benar jadi motor penggerak ekonomi desa.
"Sekarang ini sudah ada 1.000 KDMP yang siap, dan nanti targetnya kira kira bulan April operasional sekitar 30 ribu KDMP yang terbangun gerai itu sudah 'fixed' seratus persen," kata Staf Khusus Menteri Koperasi Ambar Pertiwiningrum seusai kunjungan kerja ke Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Kamis (19/2). Menurut dia, total KDMP yang menjadi program strategis nasional di seluruh Indonesia tersebut sekitar 80 ribu koperasi, sesuai jumlah desa, namun diakui untuk pembangunan gerai gerai sementara ini masih terdapat kendala. "Memang ada kendala lahan untuk gerai, kalaupun ada lahan tapi belum tahu statusnya, sehingga juga harus pelan pelan dan hati-hati juga karena ini menyangkut kepastian lahan," katanya.
Dengan demikian, kata dia, ketika nantinya dari 30 ribu KDMP yang beroperasi tersebut sekaligus operasional dengan gerai gerai koperasi baik sembako, pupuk, elpiji, apotik, klinik, logistik dan pergudangan, termasuk cold storage atau mesin pendingin. "Jadi, harapannya nanti bisa segera dioperasionalkan, sehingga yang lain tentu saja akan ada regulasi, karena nanti harapannya semua 80 ribu KDMP ada gerai, namun tentu saja akan berbeda dengan koperasi lainnya," katanya. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah bersama kelurahan dan pemangku kepentingan setempat saling mendukung pembangunan gerai KDMP di wilayah masing masing, apalagi nantinya gerai gerai tersebut akan menjadi aset desa atau kelurahan.
"Sehingga kenapa lurah atau kepala desa itu harus menjadi 'ex officio' pengawas dalam kepengurusan koperasi, karena akan ikut dalam operasionalnya, karena koperasi merah putih sekali lagi adalah unit bisnis yang memiliki," katanya. Dengan target 30 ribu KDMP beroperasi pada April nanti, Kementerian Koperasi ingin memastikan koperasi tak lagi sekadar papan nama, tapi benar-benar jadi pusat aktivitas ekonomi warga desa. Harapannya, gerai-gerai yang tumbuh itu bisa bikin roda usaha makin kencang dan manfaatnya langsung terasa di kantong masyarakat.
Sumber : https://koran-jakarta.com/2026-02-19/april-jadi-tenggat-sebanyak-30-ribu-kdmp-dikebut-beroperasi
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
BANTUL – Kementerian Koperasi pasang target ambisius, 30 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sudah beroperasi penuh lengkap dengan gerai-gerai usahanya pada April 2026. Artinya, desa-desa di seluruh Indonesia bakal punya etalase ekonomi sendiri yang dikelola bareng-bareng oleh warga. Bukan cuma soal angka, tapi soal bikin koperasi makin hidup, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan benar-benar jadi motor penggerak ekonomi desa.
"Sekarang ini sudah ada 1.000 KDMP yang siap, dan nanti targetnya kira kira bulan April operasional sekitar 30 ribu KDMP yang terbangun gerai itu sudah 'fixed' seratus persen," kata Staf Khusus Menteri Koperasi Ambar Pertiwiningrum seusai kunjungan kerja ke Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Kamis (19/2). Menurut dia, total KDMP yang menjadi program strategis nasional di seluruh Indonesia tersebut sekitar 80 ribu koperasi, sesuai jumlah desa, namun diakui untuk pembangunan gerai gerai sementara ini masih terdapat kendala. "Memang ada kendala lahan untuk gerai, kalaupun ada lahan tapi belum tahu statusnya, sehingga juga harus pelan pelan dan hati-hati juga karena ini menyangkut kepastian lahan," katanya.
Dengan demikian, kata dia, ketika nantinya dari 30 ribu KDMP yang beroperasi tersebut sekaligus operasional dengan gerai gerai koperasi baik sembako, pupuk, elpiji, apotik, klinik, logistik dan pergudangan, termasuk cold storage atau mesin pendingin. "Jadi, harapannya nanti bisa segera dioperasionalkan, sehingga yang lain tentu saja akan ada regulasi, karena nanti harapannya semua 80 ribu KDMP ada gerai, namun tentu saja akan berbeda dengan koperasi lainnya," katanya. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah bersama kelurahan dan pemangku kepentingan setempat saling mendukung pembangunan gerai KDMP di wilayah masing masing, apalagi nantinya gerai gerai tersebut akan menjadi aset desa atau kelurahan.
"Sehingga kenapa lurah atau kepala desa itu harus menjadi 'ex officio' pengawas dalam kepengurusan koperasi, karena akan ikut dalam operasionalnya, karena koperasi merah putih sekali lagi adalah unit bisnis yang memiliki," katanya. Dengan target 30 ribu KDMP beroperasi pada April nanti, Kementerian Koperasi ingin memastikan koperasi tak lagi sekadar papan nama, tapi benar-benar jadi pusat aktivitas ekonomi warga desa. Harapannya, gerai-gerai yang tumbuh itu bisa bikin roda usaha makin kencang dan manfaatnya langsung terasa di kantong masyarakat.
Sumber : https://koran-jakarta.com/2026-02-19/april-jadi-tenggat-sebanyak-30-ribu-kdmp-dikebut-beroperasi
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...