Mesin yang Terlupakan
Di tengah karat yang menua,
sebuah mesin raksasa berdiri lelah.
Bertuliskan sistem pemerintahan,
namun nadinya telah lama retak.
Asap keluar dari sela-sela besinya,
bautnya longgar, rodanya macet.
Bukan karena waktu semata,
melainkan karena tangan yang seharusnya merawat
justru sibuk menghitung keuntungan.
Di bawahnya,
rakyat kecil berkeringat dalam debu,
memegang obeng harapan,
memutar baut-baut masa depan
yang hampir terlepas.
Mereka bukan pemilik mesin ini,
namun merekalah yang paling peduli
agar ia tetap hidup.
Sementara di atas sana,
di balkon yang terang oleh lampu kemewahan,
para elite tersenyum menonton.
Seolah kerusakan ini hanya tontonan,
bukan tanggung jawab.
Mesin ini milik negeri,
tetapi beban memperbaikinya
jatuh pada tangan yang paling rapuh.
Dan di setiap percikan api
yang keluar dari logam yang terluka,
terdengar satu pertanyaan
yang terus menggema:
Jika rakyat yang selalu memperbaiki negeri ini,
lalu untuk siapa sebenarnya
kekuasaan itu berdiri?
(Designed by Ai)