Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 69 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.104 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
Jakarta -- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyusun skema penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas mekanisme distribusi bantuan sekaligus memperkuat peran koperasi desa dalam pelayanan kepada masyarakat.
Saat ini terdapat dua jenis bantuan sosial yang disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos), yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan tunai bersyarat Program Keluarga Harapan (PKH). Selama ini kedua program tersebut umumnya disalurkan kepada para penerima manfaat melalui mekanisme transfer perbankan.
"Tentu ke depan kita akan coba juga bisa disalurkan melalui Kopdes (Koperasi Desa). Karena di Kopdes nanti kan ada gerai-gerai salah satunya gerai dari Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara)," ujar Gus Ipul usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7).
Menurut Gus Ipul, Kementerian Sosial telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Koperasi beserta berbagai instansi terkait untuk mempersiapkan mekanisme penyaluran bantuan sosial melalui sejumlah lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia berharap uji coba skema tersebut dapat segera direalisasikan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
"Mudah-mudahan nanti targetnya, ya katanya tadi kira-kira di Agustus ini akan dicoba," katanya.
Lebih lanjut, Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa dalam rapat terbatas tersebut Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus diperkuat sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Rencana penyaluran bantuan sosial melalui KDMP merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa para penerima manfaat bantuan sosial didorong untuk menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari program prioritas pemerintah.
Selain menyiapkan skema penyaluran bantuan sosial, Kementerian Sosial juga memperoleh tugas untuk memfasilitasi pemasaran dan promosi berbagai produk yang dihasilkan oleh penerima manfaat program pemberdayaan sosial melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi, hingga pertengahan Juli 2026 pembangunan sebanyak 15.845 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai. Sementara itu, sebanyak 19.539 koperasi lainnya masih berada dalam tahap pembangunan.
Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan fisik sebanyak 35.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat diselesaikan pada Agustus 2026 sebagai bagian dari percepatan penguatan ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
Jakarta -- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyusun skema penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas mekanisme distribusi bantuan sekaligus memperkuat peran koperasi desa dalam pelayanan kepada masyarakat.
Saat ini terdapat dua jenis bantuan sosial yang disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos), yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan tunai bersyarat Program Keluarga Harapan (PKH). Selama ini kedua program tersebut umumnya disalurkan kepada para penerima manfaat melalui mekanisme transfer perbankan.
"Tentu ke depan kita akan coba juga bisa disalurkan melalui Kopdes (Koperasi Desa). Karena di Kopdes nanti kan ada gerai-gerai salah satunya gerai dari Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara)," ujar Gus Ipul usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7).
Menurut Gus Ipul, Kementerian Sosial telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Koperasi beserta berbagai instansi terkait untuk mempersiapkan mekanisme penyaluran bantuan sosial melalui sejumlah lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia berharap uji coba skema tersebut dapat segera direalisasikan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
"Mudah-mudahan nanti targetnya, ya katanya tadi kira-kira di Agustus ini akan dicoba," katanya.
Lebih lanjut, Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa dalam rapat terbatas tersebut Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus diperkuat sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Rencana penyaluran bantuan sosial melalui KDMP merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa para penerima manfaat bantuan sosial didorong untuk menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari program prioritas pemerintah.
Selain menyiapkan skema penyaluran bantuan sosial, Kementerian Sosial juga memperoleh tugas untuk memfasilitasi pemasaran dan promosi berbagai produk yang dihasilkan oleh penerima manfaat program pemberdayaan sosial melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi, hingga pertengahan Juli 2026 pembangunan sebanyak 15.845 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai. Sementara itu, sebanyak 19.539 koperasi lainnya masih berada dalam tahap pembangunan.
Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan fisik sebanyak 35.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat diselesaikan pada Agustus 2026 sebagai bagian dari percepatan penguatan ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...