Gerai Koperasi Desa Putih (KDMP) mulai dibangun di Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Saat desa lain masih sibuk mencari lahan, pembangunan gerai di Dukuhrejo saat ini sudah mencapai 22 pers
Kepala Desa Dukuhrejo, Suhadi menjelaskan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan tersebut telah dilakukan pada 17 Oktober 2025 lalu. Selanjutnya pada 3 November pembangunan dimulai.
“Perhari ini tahap pembangunan sudah di 23 hari kerja. Hari Minggu tetap masuk. Pembangunan tahap pertama yakni untuk pondasi dan dinding ditargetkan selesai pada Januari 2026,” kata Suhadi saat ditemui di lokasi pembangunan, Selasa (25/11/25).
Pemerintah desa bersama pengurus koperasi di Dukuhrejo rupanya bergerak begitu cepat menyambut rencana pemerintah pusat terkait pembangunan gerai dan pergudangan koperasi merah putih. Hal itu terbukti, saat pemerintah menunjuk Dukuhrejo sebagai desa pertama di Purworejo untuk melakukan pembangunan gerai koperasi.
Suhadi mengutarakan, sebelum pembangunan gerai dimulai pengurus Kopdes bersama pemerintah desa telah musyawarah desa khusus (musdesus). Dalam musyawarah itu disepakati pembangunan gerai atau gedung koperasi dipusatkan di RT 2 RW 1 Pedukuhan Gandu. Dimana wilayah ini kedepan diproyeksikan menjadi sentra pembangunan ekonomi desa.
“Pada 14 Oktober kami dihubungi pihak Kodim 0708/Purworejo untuk bersiap-siap melaksanakan pembangunan gerai Koperasi. Kebetulan sebelumnya juga kami sudah menggelar Musdes dan lahannya pun sudah ada, maka saat itu saya sampaikan, kami siap,” kata dia lagi.
Lahan yang disiapkan Pemdes Dukuhrejo untuk pembangunan gerai ini seluas 2.200 meter persegi yang merupakan tanah kas desa. Sedangkan gedung gerai koperasi yang saat ini dibangunan luasnya mencapai 20 x 30 meter.
Gerai ini dibangun dengan pagu anggaran sebesar Rp1miliar yang akan dicairkan bertahap dalam lima termin masing-masing Rp200 juta. Sesuai aturan PT Agrinas, pertengahan Januari 2026 pembangunan tahap pertama harus sudah selesai.
Kades Suhadi menjelaskan Desa Dukuhrejo terdiri dari tiga pedukuhan, yakni Gandu, Kepek, dan Dukuh. Dukuh Kepek telah ditetapkan dalam musyawarah desa sebagai pusat pemerintahan, Pedukuhan Dukuh sebagai kawasan industri serta Padukuhan Gandu diproyeksikan sebagai pusat pengembangan ekonomi desa.
Kehadiran Gerai Kopdes Merah Putih menjadi angin segar bagi desa ini, mengingat berbagai unit usaha bisa dikembangkan melalui koperasi tersebut. Hal itu didukung oleh letak geografis Desa Dukuhrejo yang cukup strategis.
Menurut Suhadi, Pengurus Koperasi telah menyiapkan sejumlah unit usaha yang akan dikembangkan di gerai tersebut. Tak hanya satu, Koperasi di desa ini akan mengembangkan berbagai unit usaha bidang pertanian, perdagangan hingga usaha bidang kesehatan.
“Semua unit usaha akan diambil seperi Apotek Desa, Klinik Desa, Pertanian, Sembako, Gas Elpiji dan rencananya juga penjualan pupuk. Selain itu, gerai juga akan menjadi wadah promosi produk lokal seperti bata merah, bata hias, dan krosel,” ujarnya.
Pemerintah desa, sebut Suhadi akan mendukung penuh kehadiran serta perkembangan Kopdes Merah Putih yang menjadi program pemerintah pusat ini. Ia berharap Kopdes menjadi penggerak ekonomi warga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Pembangunan gerai koperasi di desa ini rupanya memberi konsekuensi positif terhadap jumlah anggota. Antusiasme warga untuk bergabung sebagai anggota meningkat 100 persen setelah pembangunan gedung dimulai.
“Untuk keanggotaan koperasi awalnya hanya 20 orang. Diawal warga masih ragu, tapi setelah gerai mulai dibangun mereka mulai datang tanyakan caranya menjadi anggota. Saat inu jumlahnya sudah mencapai 45 anggota. Ini masih akan terus bertambah,” sebut Kades.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) Kabupaten Purworejo, Laksana Sakti, menyampaikan bahwa dinas saat ini sedang mendampingi camat dan desa dalam pendataan calon lahan pembangunan gerai KDMP di seluruh Purworejo.
“Kami memverifikasi lahan yang diajukan desa, utamanya kesesuaian dengan RTRW dan memastikan tidak berada di lahan hijau. Minimal luas yang ideal adalah 1.000 meter persegi dan diharapkan lahan kering,” katanya seraya mengatakan hingga kini, ada 79 lokasi yang telah diverifikasi oleh DPUPR.
Pembangunan gerai koperasi ini merupakan program nasional yang dilaksanakan oleh BUMN PT Agrinas melalui kerja sama (MoU) dengan TNI. Pembangunan gerai akan dikawal secara ketat oleh TNI di tiap daerah.
Sakti mengemukakan bahwa Gerai KDMP akan dibangun dengan desain seragam di seluruh Indonesia, dari model bangunan hingga warna. Fasilitas yang disiapkan mencakup ruang kantor serta ruang usaha yang dapat disesuaikan dengan unit usaha di masing-masing desa.
“Di Purworejo ada 454 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Harapannya semuanya nanti memiliki bangunan gerai. Karena ini program nasional, proses perizinan akan dipermudah,” katanya. (toyib)
Sumber : https://koransatu.id/desa-dukuhrejo-segera-memiliki-gerai-kopdes-merah-putih/https://koransatu.id/desa-dukuhrejo-segera-memiliki-gerai-kopdes-merah-putih/