Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 534 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.569 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
DUKUHREJO – Sektor pertanian di Desa Dukuhrejo, khususnya di wilayah persawahan RW 03, tengah menghadapi cobaan berat pada musim tanam tahun 2026. Sejumlah petani dipastikan mengalami gagal panen akibat serangan hama yang masif, dengan kerugian ekonomi yang diprediksi cukup signifikan.
Meskipun terdapat beberapa faktor alam yang memengaruhi kondisi lahan, gangguan paling dominan yang menjadi pemicu utama kegagalan panen kali ini adalah ledakan populasi hama tikus. Hewan pengerat tersebut menyerang batang padi muda hingga bulir yang mulai berisi, menyebabkan kerusakan luas hanya dalam waktu singkat.
Area pesawahan sebelah barat pemakaman umum Desa Dukuhrejo
Kepala Desa Dukuhrejo, Suhadi, S.Sos., yang juga merupakan warga wilayah RW 03, mengonfirmasi kondisi memprihatinkan yang dialami oleh para petani di lingkungannya. Menurut beliau, serangan tahun ini tergolong lebih agresif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kondisi di lapangan saat ini memang cukup berat bagi warga kami di RW 03. Faktor paling besar yang merusak tanaman padi adalah hama tikus. Serangannya sangat cepat dan merata di hampir seluruh blok persawahan wilayah ini," ujar Suhadi saat memberikan keterangan singkat.
Upaya Warga Belum Membuahkan Hasil
Para petani di RW 03 bukannya tinggal diam. Berbagai upaya mandiri maupun kolektif telah dilakukan untuk menekan persebaran hama, di antaranya:
- Pemasangan Umpan: Penggunaan berbagai jenis racun dan jebakan di titik-titik strategis.
- Pembersihan Sanitasi Lahan: Merapikan pematang agar tidak menjadi sarang berkembang biak.
Namun, Beliau menyayangkan bahwa segala upaya tersebut sejauh ini belum memberikan hasil yang maksimal. Populasi tikus yang terlalu besar membuat tindakan penanggulangan manual kewalahan, sehingga kerusakan tanaman tetap tidak terbendung hingga menyebabkan gagal panen di sebagian besar lahan.
Dampak bagi Masyarakat
Kegagalan panen ini membawa dampak domino bagi ketahanan pangan lokal dan kondisi ekonomi rumah tangga petani di Desa Dukuhrejo.
Mengingat sebagian besar warga menggantungkan hidup dari hasil bumi, hilangnya pendapatan dari musim tanam ini menuntut adanya perhatian lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.
Novan Bagus Rachmawan, Kadus RW3 Desa Dukuhrejo
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya bantuan teknis atau solusi jangka panjang dari dinas pertanian terkait agar siklus serangan hama ini dapat diputus dan tidak kembali terulang pada musim tanam berikutnya. (adm)
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
DUKUHREJO – Sektor pertanian di Desa Dukuhrejo, khususnya di wilayah persawahan RW 03, tengah menghadapi cobaan berat pada musim tanam tahun 2026. Sejumlah petani dipastikan mengalami gagal panen akibat serangan hama yang masif, dengan kerugian ekonomi yang diprediksi cukup signifikan.
Meskipun terdapat beberapa faktor alam yang memengaruhi kondisi lahan, gangguan paling dominan yang menjadi pemicu utama kegagalan panen kali ini adalah ledakan populasi hama tikus. Hewan pengerat tersebut menyerang batang padi muda hingga bulir yang mulai berisi, menyebabkan kerusakan luas hanya dalam waktu singkat.
Area pesawahan sebelah barat pemakaman umum Desa Dukuhrejo
Kepala Desa Dukuhrejo, Suhadi, S.Sos., yang juga merupakan warga wilayah RW 03, mengonfirmasi kondisi memprihatinkan yang dialami oleh para petani di lingkungannya. Menurut beliau, serangan tahun ini tergolong lebih agresif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kondisi di lapangan saat ini memang cukup berat bagi warga kami di RW 03. Faktor paling besar yang merusak tanaman padi adalah hama tikus. Serangannya sangat cepat dan merata di hampir seluruh blok persawahan wilayah ini," ujar Suhadi saat memberikan keterangan singkat.
Upaya Warga Belum Membuahkan Hasil
Para petani di RW 03 bukannya tinggal diam. Berbagai upaya mandiri maupun kolektif telah dilakukan untuk menekan persebaran hama, di antaranya:
- Pemasangan Umpan: Penggunaan berbagai jenis racun dan jebakan di titik-titik strategis.
- Pembersihan Sanitasi Lahan: Merapikan pematang agar tidak menjadi sarang berkembang biak.
Namun, Beliau menyayangkan bahwa segala upaya tersebut sejauh ini belum memberikan hasil yang maksimal. Populasi tikus yang terlalu besar membuat tindakan penanggulangan manual kewalahan, sehingga kerusakan tanaman tetap tidak terbendung hingga menyebabkan gagal panen di sebagian besar lahan.
Dampak bagi Masyarakat
Kegagalan panen ini membawa dampak domino bagi ketahanan pangan lokal dan kondisi ekonomi rumah tangga petani di Desa Dukuhrejo.
Mengingat sebagian besar warga menggantungkan hidup dari hasil bumi, hilangnya pendapatan dari musim tanam ini menuntut adanya perhatian lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.
Novan Bagus Rachmawan, Kadus RW3 Desa Dukuhrejo
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya bantuan teknis atau solusi jangka panjang dari dinas pertanian terkait agar siklus serangan hama ini dapat diputus dan tidak kembali terulang pada musim tanam berikutnya. (adm)
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...